Kamis, 18 Juli 2019

Pekerjaan Proyek Pemecah Ombah di Pesisir Pantai Amurang Dinilai Lambat

AMURANG, (manadoterkini.com)-Pekerjaan proyek pemecah ombak yang ada di pesisir Pantai Amurang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang dikerjakan oleh PT Mari Bangun Nusantara yang berbanrol Rp 6 miliar dinilai lambat. Pasalnya, pekerjaan proyek yang dikerjakan sejak tahun 2013 lalu, hingga sudah masuk tahap dua yang pekerjaannya dimulai pada bulan Maret hingga bulan Agustus 2014 ini, dinilai belum menunjukkan kemajuan berarti.

“Masakan sudah lama dikerjakan, akan tetapi hingga saat ini pekerjaannya belum menunjukkan hasil yang memuaskan,” ujar sejumlah warga yang meminta nama mereka jangan di tulis.

Sementara itu, menanggapi keluhan sejumlah warga tersebut, pihak PT Mari Bangun Nusantara melalui Bruno Riedel yang dikonfirmasi membantahnya. Dirinya mengaku kalau apa yang dikatakan oleh sejumlah warga tidak benar.

“Pelaksanaan proyek pemecah ombak yang kami kerjakan sudah sesuai dengan prosedur. Karena kami bekerja sangat maksimal, apalagi pekerjaan yang kami lakukan selalu mendapat pengawasan langsung dari pihak terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU). Makanya, kami sangat bersyukur kalau ada rekan media massa, selalu membantu untuk mensosialisasikan pekerjaan proyek pengaman pantai, sehingga tidak melahirkan persepsi negatif di masyarakat,” kata Riedel.

Lanjut dia juga mengaku kalau jumlah pekerja saat melakukan pekerjaan, saat ini 35 orang.

“Kalau dihitung-hitung prosentase sudah 45% pekerjaan seluruhnya. Harus diketahui dulu, pekerjaan untuk tahap kedua ini baru dimulai bulan April 2014 akhir, bukan bulan maret. Alat berat (Elsavator) ada empat unit, tiga ada di lokasi pengambilan batu, sedangkan yang satu ada di sini, juga torang ada waktu lembur,” tandasnya.(dav)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*