Minggu, 21 Juli 2019

Kisah Awal Nama Kampung Texas Manado

Fort Amsterdam, Bioskop Benteng Hingga ‘Torang Samua Basudara’

MASIH segar dalam ingatan warga Nyiur Melambai, ada sebuah pemukiman di pusat Kota Manado yang dikenal dengan Kampung Texas. Sebuah kawasan padat penduduk. Sehari-hari penuh sesak dengan warga yang berbelanja sehingga menjadi celah terjadinya sejumlah tindakan kriminal. Nama ‘Texas’ seolah menggambarkan betapa kerasnya hidup di wilayah ini.

manado, taman torang samua basudara

Sketsa rencana pembangunan taman religi torang samua basudara

Eks Kampung Texas kini menjadi tempat dimana Walikota Manado GS Vicky Lumentut bersama Wawali Manado Harley AB Mangindaan mempersiapakan program pembangunan Taman Wisata Religius Simbol Pemersatu ‘Torang Samua Basudara’. Program penataan kawasan yang sebelumnya semerawut menjadi simbol kerukunan di Sulawesi Utara, khususnya di Kota Manado. Bagian dari sebuah usaha tuk membangun keharmonisan hubungan antara umat beragama di Kota Tinutuan. Sebelum bernama Kampung Texas, daerah ini dahulu bernama Kampung Merdeka Haaven dan telah ada sejak pergolakan Permesta.

“Sebelum kemerdekaan daerah itu dikenal dengan Kampung Merdeka Haaven. Generasi pasca kemerdekaan mengenalnya dengan sebutan daerah ‘LLC’. LLC itu Lupa Lelah Club. Tempat hiburan yang didirikan di eks Benteng Ford Amsterdam. Itulah daerah dimana Jumbo Supermarket berdiri kemudian,” papar Sejarawan Sulut, DR Ivan Kaunang M.Hum.

taman religi, eks kampung texas

Sketsa taman religi torang samua basudara

Kawasan pusat perbelanjaan itu sangat dikenal dengan nama Bendar.“Bendar itu Bandar atau pelabuhan. Sebab itu memang daerah pelabuhan sejak zaman Portugis, Spanyol dan Belanda. Nama bendar itu sering disebut ketika ramai pusat perdagangan modern di wilayah itu. Sebelumnya, di situ berdiri benteng Fort Nieuw Amsterdam (Amsterdam Baru). Benteng Pertahanan VOC Belanda yang dibangun sejak tahun 1677 dan digunakan secara resmi sejak 1705,” jelasnya.

Pasca pergolakan permesta, awal tahun 1970-an, daerah itu menjadi fokus pemerintah untuk membangun pusat perbelanjaan di Kota Manado. Fasilitas yang dibangun antara lain pertokoan dan kawasan hiburan seperti Bioskop Benteng.

eks kampung texas

Inilah gambar pembangunan gereja

“Antara tahun 1957 hingga 1965 terjadi pergolakan Permesta dan G30S-PKI. Kondisi itu membuat orang-orang di Kampung Merdeka Haven mengungsi ke tempat-tempat yang dianggap aman. Pertimbangannya daerah tersebut sangat dekat dengan pelabuhan dan menjadi akses yang sangat mudah bagi tentara untuk menjadikannya sebagai wilayah agresi,” terang akademisi Unsrat ini.

“Pas aman, warga kembali menempati kawasan itu. Pembangunan digalakkan, termasuk berdirinya Bioskop Benteng. Film ‘Texas Adios’ sering diputar di situ. Menurut penuturan masyarakat, film top era tahun 70-an ini, ternyata menjadi inspirasi bagi masyarakat hingga sepakat mengganti nama Kampung Merdeka menjadi Texas,” sambung Kaunang.

Tahun 1994 terjadi kebakaran yang memusnahkan hampir seluruh rumah penduduk di pemukiman tersebut sehingga pemerintah merelokasi warga masyarakat yang berjumlah 73 kepala keluarga ke lokasi Mayondi Kelurahan Kombos Kecamatan Molas. Relokasi ini disetujui DPRD Kota Manado sehingga ditindaklanjuti dengan Keputusan Walikotamadya Dati II Manado Nomor 42 tahun 1994.

Dalam perkembangannya, pemukiman Kampung Texas ini menjadi kawasan yang kumuh dan tidak tertata. Tahun 2007 Pemerintah Kota Manado kembali merelokasi warga masyarakat ke Lokasi Mayondi Kelurahan Kombos Timur Kecamatan Singkil dengan kompensasi diberikan tanah hak milik yang ditetapkan dengan SK Walikota Nomor 36 tahun 2008 tentang nama-nama warga lingkungan VI Kampung Texas Kelurahan Wenang Utara Kecamatan Wenang Penerima Kapling seluas 150 m2.

Relokasi ini berjalan efektif karena warga telah tinggal menetap. Pada tahun 2009, Pemerintah Kota Manado menyusun Perencanaan Teknis atau Detail Engineering Design (DED) Revitalisasi Kawasan Eks Kampung Texas. (advetorial/medco/aldi)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*