Sabtu, 24 Agustus 2019

Tetty Tolak, Personil Fraksi Golkar Minsel Mendukung RUU Pilkada

AMURANG, (manadoterkini.com) – Kalau Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE, yang juga adalah pengurus DPD I Partai Golkar Sulut, dengan tegas menolak pemilihan kepala daerah oleh lagislatif, sangat bertolak belakang dengan personil fraksi Partai Golkar di DPRD Minsel.

Seperti halnya yang disampaikan Sekrataris Golkar Drs Robby Sangkoy MPd dan Bendahara Jopie Mongkaren. Kedua kader Golkar yang kembali mendapat kepercayaan rakyat untuk duduk di DPRD Minsel periode 2014-2019, menilai pemilihan kepala daerah oleh Dewan akan menghemat anggaran miliaran rupiah termasuk cost dari kandidat yang ingin maju.

“Kami menilai pemilihan langsung memiliki banyak kegagalan dan side efek negatif lebih besar. Makanya, RUU Pilkada yang sementara dibahas sudah sangat tepat,”ujar Sangkoy dan Mongkareng.

Keduanya beralasan pemilihan langsung sangat rentan dengan penyalagunaan dana bantuan sosial. Karena selama ini bansos rentan digunakan kepala daerah untuk pencitraan, karena kepentingan partai politik. “Ini tidak bisa dihindari. Karena sudah banyak kasus,”tandas keduanya.

Lanjut Mongkaren, pemilihan langsung juga melemahkan posisi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Karena terpaksa harus terlibat sehingga memangkas profesionalisme. Karena mereka juga akan terpecah akibat dukung mendukung.

“Ini sudah terbukti. Dimana profesional PNS menjadi terabaikan. Artinya karena tidak mendukung akan dilengserkan, secara tidak langsung penempatan pejabat tidak lagi berdasar profesional tapi lebih kepada kedekatan,”jelas Mongkaren.

Dilain pihak keduanya tidak menepis money politik tetap saja terjadi Pilkada lewat DPRD. Hanya saja keduanya mengakui kalau tidak besar.”Kita tidak usa munafik, money politik tetap terjadi tapi nilainya lebih kecil,”pungkas keduanya.(dav)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*