Minggu, 20 Oktober 2019

Sendoh Berharap GSVL-Ai Tetap Bersanding di Pilwako 2015

manado

Sekda Manado MHF Sendoh

MANADO, (manadoterkini.com) – Opini yang digilir pengamat politik terkait Pemilihan Kepala Daerah Kota Manado 2015, belakangan memang agak memanas dan menjadi pembicaraan hangat warga ketika media sosial maupun media online mempublis, serta media cetak serta elektoronik memberitakan. Tak ayal, Sekretaris Kota Manado MHF Sendoh, pun angkat bicara.

Kepada wartawan Epy sapaan akrab Mantan Kadis Periwisata Pemprov Sulut itu, menuturkan sebenarnya dirinya akan meminta tanggapan soal kepemipinan Walikota GS Vicky Lumentut dan Wawali Harley AB Mangindaan, namun keburu ditanya wartawan terkait kepemimpinan GSVL-Ai dari kacamata Sekkot Manado.

“Sebenarnya itu yang akan saya mau tanyakan kepada kalian, namun kalian menanyakan lebih dulu. Nah, sebagai bawahan saya lihat apa yang diberikan GSVL dan Ai itu sudah maksimal saat ini,”ungkap Epi.

Bahkan apa yang telah dilakukan keduanya, dinilai sudah bagus. Makanya, harapan kedepan keduanya masih bisa bersanding untuk melanjutkan pembangunan Kota Manado.

“Termasuk harapan? Tentunya saya sangat berharap kedua pemimpin kita saat ini GSVL-Ai jangan berpisah sampai dengan berikut. Supaya nyanda siksa,” imbuh Epi dengan senyum khasnya.

Akan harapan tersebut, Epi mengutarakan, dirinya tempatkan diri sebagai bawahan bukan sebagai masyarakat dan masyarakat silahkan lihat dari aspek apa pun soal kepemimpinan Walikota Manado dan Wawali Manado saat ini.

“Tapi saya tegaskan lagi, apa yang diberikan sampai saat ini sudah maksimal tapi soal tahun depan mungkin lain. Kenapa? Karena jika hal-hal yang konsekwensi uang atau anggaran tentunya harus dilihat dari kemampuan pendapatan kota Manado. Akan jauh berbeda tentunya jika Walikota dan Wawali di daerah yang pendapatannya tinggi seperti di Jakarta Pusat. Jadi kehebatan apapun pimpinan akan berkreasi kalau bersentuhan dengan anggaran, nah itu yang menjadi faktor pembatas,” terang Sendoh yang dikenal akrab dengan wartawan.

Disatu sisi Sendoh mengatakan, meski memang kreatifitas tidak dilihat dari besaran uang atau anggaran yang tersedia, tapi untuk melahirkan sesuatu ide atau program dari kedua pimpinan seperti ASPOL, yang tentunya sesuatu program yang bagus sekali. Cuma kita butuh energi dan anggaran yang begitu besar.

“Jika GSVL dan Ai berpisah dalam Pilwako kedepan, maka saya tidak ada pilihan lain. Saya tak bisa bicara apa-apa, pastilah mereka Walikota dan Wawali sudah tau apa resikonya masing-masing,” nilai birokrat handal Manado ini.(ald)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*