Kamis, 17 Oktober 2019

Walikota GSVL Desak BPBD Serius Ikuti Pelatihan DRF

manado

Pelatihan Disaster Risk Financing (DRF) kerja sama dengan proyek Asia Development Bank (ADB)

MANADO, (manadoterkini.com) – Permasalahan penyaluran bantuan bencana dari pemerintah pusat yang tak kunjung datang, sepertinya kini sedang digumuli Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dan masyarakat yang menjadi korban bencana alam banjir bandang 15 Januari silam. Tak mau terus disudutkan dengan tudingan maupun isu-isu negatif tersebut, maka Walikota Manado, DR G.S Vicky Lumentut saat menghadiri kegiatan pelatihan Disaster Risk Financing (DRF) kerja sama dengan proyek Asia Development Bank (ADB) tahap dua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat, Jumat (27/09) kemarin di Hotel Swisbell Maleosan Manado, mendesak agar pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, khususnya Kaban Max Tatahede untuk tidak tidur melihat semua persoalan yang ada.

Sehingga di hajatan pelatihan DRF itu, harus benar-benar diikuti secara serius agar permasalahan penanggulangan bencana hingga pemulihan wilayah bisa di atasi secara cepat dan tepat dengan memprioritaskan kebutuhan maupun penderitaan warga yang terkena musibah. “Pelatihan DRF ini sangat penting dan bermanfaat, jadi Kaban Tatahede harus serius mengikutinya jangan sampai tidak tahu kedepannya,” tegas Walikota GSVL penuh arti.

Dijelaskannya, hingga tadi di agenda rutin Jumat pagi saat dirinya melakukan dialog interaktif ke sejumlah radio yakni Walikota Ron Manado dengan topik program Kesehatan gratis Universal Coverage (UC) dan gebrakan lampu penerangan jalan atau Solar Cell. Masih ada saja warga yang bertanya dan mempermasalahkan soal dana bantuan bencana baik sewa rumah huni dan sebagainya. Yang jelas itu masih tertahan di pusat, karena ada perbaikan data penerima sesuai yang diharapkan warga korban bencana lalu.

“Bayangkan jo, dana bantuan pusat belum ada karena perbaikan data. Dorang so bilang mungkin Pemkot atau Lumentut so pake, ini sangat disayangkan. Tapi tak mengapa, inilah resiko jadi pelayan masyarakat harus siap menerima keluhan dan kritikan warganya,” ungkap GSVL tersenyum.

Ditambahkannya, kegiatan pelatihan penanggulangan bencana seperti ini. Tak lain bertujuan untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana, sehingga mengurangi atau mencegah dampak kerugian baik korban jiwa maupun harta benda masyarakat. Adapun hajatan ini turut dihadiri Kadiskominfo Kota Manado, Hanny Waworuntu, Kadispenda, Bismark Lumentut, Kaban BPBD, Max Tatahede, serta sejumlah utusan BNPB pusat.(ald)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*