Minggu, 18 Agustus 2019

UU Pilkada, AMTI Nilai SBY dan Demokrat Pasung Demokrasi Rakyat

minsel

Tommy Turangan

AMURANG, (manadoterkini.com) – Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tranparansi Indonesia (AMTI) Tommy Turangan SH mengatakan, walk out Fraksi Partai Demokrat saat voting UU Pilkada menjadi kekecewaan warga bagi SBY dan Partai Demokrat.

Bakkan Turangan menilai pemilihan kepala daerah oleh DPRD itu melanggar UUD 1945.” Ya, mengapa saya katakan menlanggar UUD 1945, itu dikarenakan, Dalam pasal 1 ayat (2) UUD 1945 sudah jelas bahwa, kedaulatan negara ada ditangan rakyat. Pasalnya, pemerintah bersama DPR telah mengesahkan RUU Pilkada menjadi UU, dan itu sudah sangat mencederai UU tersebut,” ujar Turangan.

Lanjut Dia, ketika RUU Pilkada diwakili oleh wakil rakyat atau legislatif artinya telah mencederai kedaulatan rakyat. Apalagi kalau dilihat dalam kontek demokrasi hanya inilah yang dilaksanakan secara langsung oleh rakyat baik pemilihan presiden, anggota legislatif, maupun pemilihan kepala daerah.” Sedangkan yang lain kan tidak tidak ada dan semuanya diwakili oleh legislatif,” pungkasnya.

Dia juga menyinggung justifikasi oleh para politisi bahwa Pilkada oleh DPRD menghemat kost politik. Menurutnya alasan itu tidak masuk akal, sebab yang harus diperbaiki dalam hal ini adalah sistimnya. Artinya, jika Pilkada langsung ini sistimnya menghabiskan banyak anggaran itu bisa dilakukan tapi hak kedaulatan rakyat yang dikonstitusikan juga bisa tetap dijalankan. Dengan Pilkada oleh DPRD juga, membuka ruang korupsi dari para calon, karena ada proses transaksional politik antara legislatif dengan kepala daerah.”Suap menyuap dan korupsi itu bisa saja terjadi. Itu karena sistimnya dan karakter pemimpinnya juga seperti itu,” jelasnya.

Lebih lanjut Turangan juga menyindir sikap Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tiba-tiba mengaku kecewa dengan hasil pengesahan RUU Kepala Daerah menjadi UU Pilkada. Turangan menilai sikap kecewa SBY hanya berpura-pura. Sebab Dia juga menilai, partai berlambang Bintang Merci yang di bawah kendali Susilo Bambang Yudhoyono tersebut memang tak pernah sungguh-sungguh mengusung pilkada langsung.”Kesimpulan kita, Partai Demokrat tidak sungguh-sungguh memilih opsi langsung, Demokrat hanya ingin dicitrakan seolah-olah partai yang paling demokratis,” tutupnya.(dav)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*