Minggu, 20 Oktober 2019

Kemarau Panjang, Petani di Kecamatan Tatapaan Beralih Profesi

TATAPAAN, (manadoterkini.com) – Musim kemarau beberapa bulan terakhir ini berdampak negatif di sektor pertanian. Pasalnya, hasil panen petani baik yang menggarap ladang kering ataupun sawah, menurun drastis. Hal tersebut disebabkan lahan tempat mereka bercocok tanam mengering seiring tak kunjung turunnya hujan. Dari informasi yang dihimpun manadoterkini.com, ada beberapa petani yang beralih ke profesi lain alias banting stir demi mencukupi kebutuhan keluarga. Tak tanggung-tanggung, mulai dari tukang bangunan, tukang ojek, dan buruh harian di sejumlah perusahaanpun digarap.

“Saya dan beberapa teman saya terpaksa untuk sementara ini meninggalkan profesi petani dan beralih ke pekerjaan lain. Karena untuk saat ini sektor pertanian tak bisa mencukupi kebutuhan hidup kami. Apalagi kami sementara menyekolahkan anak-anak,” kata Steven Mewengkang petani sawah yang yang beralih profesi menjadi tukang ojek karena sawahnya telah mengering.

Hal serupa diungkapkan Melky Tampanguma, petani ladang yang sempat berbincang dengan manadoterkin.com. Menurutnya kalau dirinya petani kelapa, mungkin musim kemarau tak terlalu berdampak pada penghasilannya. Namun dirinya adalah petani jagung, kacang-kacangan, rica dan tanaman-tanaman jangka pendek lainnya sehingga musim kemarau sangat mempengaruhi penghasilannya.

“Ladang tidak bisa ditanami karena tanah mengering. Kalau memaksakan menanam, otomatis akan merugi karena kemungkinan besar tanaman akan layu dan kering,” ujarya sembari menambahkan kalau saat ini dirinya sedang bekerja sampingan menjadi buruh bangunan untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Sementara itu Camat Tatapaan Verra Karwur SE saat ditemui menjelaskan jika dirinya telah banyak menyaksikan petani sawah yang banting stir alias beralih profesi ke pekerjaan lain akibat lahan yang tidak memungkinkan lagi untuk ditanami.”Saya kasihan juga melihat keadaan petani-petani yang terpaksa banting stir tersebut. Tapi karena keadaan alam seperti ini, jika tidak jeli, nantinya para petani tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga sebab itu peluang kerja apa saja, yang penting halal, harus digarap,” ujar Karwur(dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*