Rabu, 21 Agustus 2019

Kelompok Tani Keluhkan Pungli di Dispertanak Minsel

Dana Bansos Diduga Dipatok Hingga 15 Persen

AMURANG, (manadoterkini.com)-Sejumlah kelompok tani yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), belakangan ini mengeluhkan maraknya Pungutan Liar (Pungli) yang terjadi di Dinas Pertanian dan Peternakan Minsel. Tak tanggung-tanggung oknum-oknum tertentu di dinas tersebut malah telah mematok beberapa persen yang harus diserahkan ke oknum tertentu dari total bantuan yang diterima.

Menurut salah satu anggota kelompok tani yang meminta namanya jangan ditulis, dirinya mengaku sangat bingung dengan Pungli yang terjadi di Dinas Pertanian dan Peternakan.”Mungkin diketahui kami baru saja mendapatkan proyek kegiatan optimasi lahan dan jaringan irigasi. Anehnya kelompok kami diminta menyerahkan 10% dana Bansos oleh salah satu petinggi di dinas tersebut,” keluhnya.

Lanjut dia mengatakan bahwa, selain 10 persen, kelompok mereka juga dimintakan harus memberikan 5 persen untuk LPJ oleh Honorer.”Terus terang yang terjadi di Dinas Pertanian dan Peternakan ini sudah tidak sejalan dengan pernyataan ibu bupati waktu menerima kontingan Penas KTNA beberapa waktu lalu. Dimana bupati mewarning Kepala SKPD untuk tidak melakukan Pungli kepada para kelompok tani,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Minsel, Ir Decky Keintjem saat dikonfirmasi manadoterkini.com mengatakan kalau hal tersebut dia tidak mengetahui. Dirinya, juga mengaku akan menelusuri laporan tersebut.”Kalau saya boleh tanya apa nama kelompok tersebut dan di desa mana. Sebab bisa jadi kelompok tersebut tidak melakukan konsultasi dengan dinas dalam hal ini saya sebagai kadis,” ujarnya.(dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*