Sabtu, 24 Agustus 2019

Vicky-Ai Diminta Lanjutkan Pimpin Kota Manado Hingga 2020

Jaring Aspirasi dan Keluhan Warga di Jarod Pasar 45

manado. lumentut

Walikota dan Wawali di jalan roda

MANADO, (manadoterkini.com) – Hubungan mesra yang terus ditunjukkan dua petinggi Kota Manado yakni pasangan Walikota DR G.S Vicky Lumentut dan Wakil Walikota DR Harley A.B Mangindaan, sepertinya menjadi isu hangat belakangan ini pasca akan bergulirnya pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Manado 2015 mendatang. Hal itu juga yang menjadi pembicaraan hangat di ‘Warung Kopi Stengah’ kawasan Pasar 45 yang kerap disebut Jalan Roda alias Jarod. Ini terbukti Jumat (05/09) pagi, kehadiran Walikota Vicky dan Wawali Ai yang bertujuan untuk membicarakan seputar masalah gangguan Kamtibmas yang belakangan ini mengganggu Kota Manado yakni aksi tawuran antar kampung (Tarkam) dan senjata tajam berupa panah Wayer.

Itu pada akhirnya terfokus pada bagaimana jika dua pemimpin Kota Manado ini, bisa berkolaborasi atau maju bersama kembali dalam satu paket hingga periode kedua yakni 2015-2020. Hal ini seperti diungkapkan tokoh pemuda Kota Manado, Ir Simon F Katuuk MSi, lewat terobosan Pembangunan dan delapan program unggulan Pemkot Manado. Warga sudah bisa menikmati hasil kerja Walikota Vicky dan Wawali Ai di sisa satu tahun kepemimpinan mereka berdua. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika Vicky-Ai maju bersama kembali untuk bertarung di Pilkada Manado 2015 supaya semua rencana program Pembangunan dapat diselesaikan dan yang menikmati adalah semua warga di Ibukota Propinsi Sulut ini. “Dua kekuatan besar ini yakni Vicky-Ai, harus terus dipertahankan. So nyanda ada yang mo lawan, kalo dorang dua kompak dan maju bersama lagi,” ketus Katuuk berapi-api.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Manado, Bu Tahunusang mengaku prihatin dengan maraknya peredaran minuman keras (miras) di sejumlah Warung-Warung tanpa ada larangan pihak Pemerintah maupun aparat berwajib. Menurutnya, percuma saja ada deklarasi damai maupun patroli gabungan keamanan. Tapi pabrik miras di biarkan beroperasi, begitu juga dengan keberadaan Warung-Warung yang dengan bebas menjual miras padahal itu merupakan sumber masalah dan sumber gangguan kamtibmas.

“Mengantisipasi adanya tawuran dan kriminalitas di Manado, itu harus dimulai dari bawah yakni operasi Warung yang jual miras. Berikan sangsi tegas, agar mereka takut menjualnya lagi,” ungkap Bu Tahunusang serius.

Menanggapi semuanya ini, Walikota GSVL panggilan akrab suami dari Ny Prof Juleyta P.A Runtuwene mengaku semua usulan itu baik. Dimana memang di saat rapat koordinasi lalu, sudah sempat dibicarakan. Dan itu pihaknya masih akan terus merumuskan bersama aparat keamanan, jika peredaran miras itu merugikan dan banyak menimbulkan persoalan. Maka itu sudah pasti akan dikaji lagi, sehingga tidak banyak korban jiwa lagi yang berjatuhan.

“Terima kasih semua laporan itu, kedepan patroli gabungan akan difokuskan lagi dengan lokasi Warung-Warung yang menjual miras. Ini semua demi meminimalisir aksi kejahatan yang bakal merugikan diri sendiri maupun banyak orang,” tegas GSVL.

Ditambahkannya, saat ini dugaan memang ada yang ingin menciptakan Kota Manado agar tidak aman. Sehingga kepemimpinan Vicky-Ai, dinilai tak berhasil dan tidak bisa menjaga keamanan dan kedamaian kota.

“Dugaan adanya oknum yang jadi otak sejumlah aksi tawuran di Kota Manado, sedang di telusuri. Masakan ada yang membawa-bawa orang, datang ke Manado untuk membuat kacau. Ini suatu budaya mapalus yang salah, jika hanya untuk kejahatan atau mengganggu kenyamanan orang lain,” ungkap GSVL sedikit menyesalkan aksi itu.

Usai bertatap muka dengan pelanggan Jarod, Walikota Vicky dan Wawali Ai terus melanjutkan perjalanan dengan menggunakan sepeda untuk memantau Kota Manado. (ald)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*