Kamis, 17 Oktober 2019

Walikota Manado Mediasi Nelayan Sario dan Pemilik Mantos

SETELAH sekian lama berdinamika, akhirnya, Sabtu (6/9) akhir pekan lalu, Walikota Manado GS Vicky Lumentut, memediasi pertemuan Nelayan Sario dengan pemilik Manado Town Square (mantos). Pertemuan kedua belah pihak tersebut di lokasi lahan 16 persen milik Pemkot Manado kawasan reklamasi Sulenco.

manado

Walikota dan Hengky Wijaya

Tak ayal, hal ini merupakan konsekuensi pembangunan seperti kawasan pusat perbelanjaan dengan reklamasi pantai adalah ancaman terhadap kehidupan masyarakat khususnya nelayan tradisional. Tidak jarang ancaman tersebut menjelma menjadi potensi konflik horisontal. Mengingat keduanya merupakan kelompok masyarakat yang sama-sama berhak mendapatkan jaminan pemerintah, peran para mediator akan menentukan proses negosiasi. Kondisi seperti ini dialami puluhan hingga ratusan warga nelayan di ruas jalan piere tendean tepatnya di Kelurahan Sario Tumpaan hingga Sario Utara ketika berhadapan dengan reklamasi pembangunan kawasan Mantos3.

manado

Penjelasan Hengky Wijaya kepada Walikota GSVL

Dr. Rignolda Jamaludin dari Asosiasi Nelayan Tradisional (Antra) yang mewakili warga dan Hengky Wijaya mewakili pihak pengembang berhasil mencapai kesepakatan tersedianya ruang bagi kepentingan nelayan seperti tapal batas dan drainase/gorong-gorong, jety terapung serta tambatan perahu.

manado

Penjelasan Walikota GSVL

“Kita belum akan memutuskan hal-hal teknis di sini. Prinsipnya, baik warga maupun pengembang adalah warga kota Manado. Saya juga tak ingin masalah ini berkepanjangan dan warga susah terus. Berikan saya kesempatan mencari solusi terbaik, tawaran Pemkot adalah sebagaimana tertuang dalam gambar. Silahkan didiskusikan, dan sampaikan ke saya hasilnya. Kalau ada persetujuan, kita akan lakukan. Tapi sambil menunggu yang di lahan 16 persen karena masih harus didiskusikan dengan DPRD, yang masalah gorong-gorong tadi kita kerjakan karena ada kepentingan lain,”jelas Walikota GSVL.

manado

Penjelasan Walikota

Kepada wartawan Walikota GSVL berharap pertemuan nelayan dengan pengembang mantos tersebut menjadi titik awal kebekuan selama ini.“Tadi saya juga jelaskan tidak ada pembakaran hutan, tapi alang-alang, karena tempat ini justru akan dijadikan hutan kota dan pusat rekreasi lainnya. Yang terbakar itu rumput kering saja. Saya tegaskan lagi, tadi kita sudah capai kesepakatan bois tadi tidak boleh ditutup. Kemudian bagaimana memberi fasilitas. Saya yang akan memfasilitasi tempat tambatan perahu dan hasil tangkapan bagus. Di lahan 16 persen akan kami siapkan tempat berjualan bagi nelayan, termasuk tempat berjualan durian, jeti terapung. Kedua, akan ada bendi hias yang akan memutari hingga ke tugu lilin. Saya yakin tempat ini lahan 16 persen akan jadi bagus hingga akhir tahun,”urai orang nomor satu di Kota Manado itu.

manado

mediasi mantos dan nelayan

Ketika ditanyai tiang pancang dan kerikil yang masih relatif banyak, Walikota menegaskan, kalau tidak ada yang mengangkut keluar, karena akan digunakan untuk pembangunan di pinggiran-pinggiran.Usai mediasi, warga menyambut positif langkah Walikota, dan berulangkali menyampaikan dukungan untuk melanjutkan kepemimpinan.(advetorial/medco/ald)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*