Sabtu, 24 Agustus 2019

AMTI Nilai RUU Pilkada Bisa Hasilkan Pemimpin tak Pro-Rakyat

AMURANG, (manadotoday.com)-Aliansi Masyarakat Tranparansi Indonesia (AMTI) ikut menanggapi polemik tentang mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD sebagaimana keinginan partai-partai anggota Koalisi Merah Putih. Menurut mereka pilkada secara langsung oleh rakyat harus dipertahankan walaupun ada perbaikan.

Menurut Ketua Umum AMTI Tommy Turangan SH, praktik pilkada langsung memang membawa efek yang kurang baik seperti politik uang, mobilisasi birokrasi dan gesekan antar warga. Namun, Pilkada langsung tetap lebih baik dibanding melalui DPRD.

“Sejalan dengan waktu, memang harus ada perbaikan dalam pelaksanaannya sehingga dapat terlaksana pilkada langsung yang murah, efektif dan mengakui hak-hak rakyat. Apapun nilai lebih atau kurangnya, pilkada langsung dalam proses pertumbuhan demokrasi tetap lebih banyak manfaatnya karena memberikan kesempatan rakyat untuk mempunyai berbagai pilihan,” kata Turangan kepada manadoterkini.com Jumat (12/9).

Lanjut Dia, pada umumnya demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Sedangkan kedaulatan rakyat, kata Turangan, merupakan esensi demokrasi.”Pilkada langsung dalam demokrasi Indonesia sesungguhnya merupakan kedaulatan rakyat,” tandasnya.

Dikatakannya, menolak mekanisme Pilkada di DPRD, merupakan bentuk praktik oligopoli dan kartel politik melalui sekelompok elite di DPRD dan pimpinan partai. Karena Pilkada oleh DPRD merupakan bentuk dominasi untuk kepentingan elite terhadap kepentingan dan kedaulatan rakyat. Akibatnya, rakyat akan disandera dan hanya dijadikan basis legitimasi elite.

“Seharusnya rakyat diajak partisipasi dalam proses politik. Kalau selama ini dipilih langsung rakyat saja, banyak kepala Daerah yang abai dan korup, apalagi kalau dipilih DPRD, sudah pasti kepemimpinannya merasa tidak mempunyai urusan dan peduli dengan kerakyatan dan kemasyarakatan,” pungkasnya.(dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*