Rabu, 11 Desember 2019

Rakorev TKPKD Manado, Kabag Perekonomian Larang Publikasi Hasil Rekomendasi

manado

Pingkan Sinjal duduk paling kiri depan

MANADO, (manadoterkini.com) – Kabag Perekonomi Manado Pingkan Sinjal SE MSI, terlihat berang ketika hasil rekomendasi rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Manado di Ruang Toar Lumimuut Kantor Walikota akan dipublikasi sejumlah wartawan Pos Pemkot Manado.

Dia beralasan ada beberapa SKPD yang belum masukan laporan seperti Diknas Manado kendati disatu sisi Kepala Bappeda Manado Peter Assa justru menyatakan hasil rekom bisa dipublikasikan. “Jangan berikan (hasil rekomendasi) karena masih belum lengkap,” larang Sinjal usai Rakorev Selasa (30/9) kemarin.

Disinyalir larangan Sinjal karena takut boroknya diketahui warga masyarakat Manado. Ini menyusul dalam rakorev terungkap ada utang beras miskin (Raskin) yang mencapai Rp661 juta. Utang tersebut tersebar di 11 kecamatan di Kota Manado.

Tak heran, perwakilan Bulog Sulut Buluk Ismail mengatakan, kalau pihaknya lebih menginginkan cash and carry diterapkan di Manado. “Otomatis membuat Bulog lebih aman,” ujarnya.

Namun saat ini dia mengaku, prinsip tersebut belum bisa dijalankan di Manado. “Pembayaran masih mengacu, ada beras baru bisa ditebus. Sehingga yang berutang rata-rata berasnya sudah habis lebih dulu,” jelasnya.

Prinsip cash and carry belum bisa diterapkan karena adanya penilaian terkait kepercayaan warga Manado terhadap pimpinan (pemerintah). “Untuk Manado, kepercayaan terhadap pimpinan kurang, sehingga prinsip yang sebenarnya masih sulit terlaksana,” ungkapnya.Buluk menambahkan, kemungkinan utang raskin sudah berkurang. “Jika dihitung jumlahnya Rp661 juta, itu hitungan pertanggal 15,” kata Buluk.

Sinjal pun beralasan utang tersebut merupakan sisa utang di tahun 2013 lalu. “Itu tunggakan perkecamatan pertanggal 15 September 2014,” ujarnya.

Sinjal pun menuding dua kelurahan yaitu Teling Atas dan Tingkulu harus mendapat perhatian khusus karena diduga uang raskin digunakan oknum tertentu.

Disatu sisi Sinjal terkesan persalahkan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang menurutnya data yang dinilai tidak akurat. “Ada yang layak tapi tak terima dan ada juga yang tak layak tapi justru menerima raskin,” kata dia.(*/ald)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*