Rabu, 11 Desember 2019

2015, Pemkab Mitra Lindungi Keberadaan Pohon Kelapa

RATAHAN, (manadoterkini.com) – Keberadaan pohon kelapa yang mulai terancam, akibat ditebang pemiliknya untuk diperjualbelikan untuk dijadikan bahan kerajinan meubel mendapat perhatian khusus Pemkab Mitra dalam hal ini Bupati James Sumendap SH.

Tahun 2015 memdatang akan dibuat Peraturan Daerah (Perda) untuk melindungi komoditas unggulan tersebut.”Ya, dalam Perda nantinya akan diatur keberadaan pohon kelapa sehingga tak akan sembarangan ditebang. Kami bukannya melarang pohon kelapa ditebang, tapi khusus yang masih produkstif,” jelas Sumendap.

Nantinya lanjut Sumendap, tidak ada lagi jual beli pohon yang masih produktif yang akan dijadikan meubel.”Walaupun kelapa milik sendiri, tidak bisa sembarangan memperlakukannya. Akan ada aturan,”katanya.

Dilain pihak, Pemkab Mitra diminta memperhatikan nasib petani kelapa. Menurut Marthen, seharusnya pemerintah memikirkan bagaimana harga kopra itu bisa berada diatas kewajaran.“Jangan hanya berfikir untuk membuat aturan berupa larangan menebang pohon kelapa,” sindir petani kepala dari wilayah Tombatu ini.

Diungkapkan dia, tentu petani punya alasan kenapa kemudian melakukan penebangan pohon kelapa secara massal di wilayah Mitra. “Pastinya karena kebutuhan hidup serta bentuk kekecewaan petani terhadap harga kopra yang terus memburuk,” ungkap Marthen.

Ia kemudian mengingatkan pemerintah tidak melihat permasalahan penebangan pohon kepala ini dengan kacamata kuda. “Jangan hanya melihat masalah pada satu sisi saja, pemerintah harus memahami alasan petani melakukan hal ini,” katanya.

Lanjut dia, bagaima tidak ditebang, bisnis kayu kelapa lebih untung dari pada harga kopra yang hanya 3-4 ribu per kilonya. “Yang perlu diperhatikan juga selain masalah harga, adalah melakukan upaya agar tanaman kelapa tetap produktif,” tukasnya. (tr4)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*