Sabtu, 21 September 2019

Diduga Bermasalah, 21 NIP Honda K-2 Minsel Ditahan BKN

minsel, tiwa

Kepala BKD Minsel Roy Tiwa

AMURANG, (manadoterkini.com) – Sanggahan warga terhadap oknum-oknum yang diduga Honda Ketegori 2 (K-2) ‘siluman’ di Pemkab Minsel, ternyata ditindaklanjuti Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Terbukti informasi yang berhasil dirangkum manadoterkini.com, masih sekira 21 NIP yang tertahan di BKN, meski ada saja Honda K-2 siluman berhasil lolos dan dikeluarkan NIP.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Minsel, Drs Roy Tiwa, menuturkan pihaknya masih menunggu sisa NIP yang masih diproses oleh BKN. Pasalnya, 21 CPNS tersebut mendapatkan sanggahan dari masyarakat atau laporan dari masyarakat, sehingga NIP mereka belum dikeluarkan oleh BKN.“21 NIP masih ditahan BKN karena ada sanggahan dari masyarakat. Untuk 254 Honda K-2 dipastikan segera diangkat menjadi PNS, karena NIP mereka sudah kami kantongi,”kata Tiwa.

Meski begitu, kata Tiwa, pekan depan pihaknya akan tetap mengecek keberadaan NIP dari 21 CPNS tersebut. “Mekanisme pengangkatan Honda menjadi PNS harus sesuai prosedur,”tandasnya.

Dilain pihak, para Honda K-2 mengeluh karena sudah melengkapi berbagai persyaratan yang diminta, namun hingga kini belum ada kejelasan. “Hampir setahun kami lulus namun hingga saat ini belum ada kejelasan dari pemerintah tentang pemberian Surat Keputusan (SK) pengangkatan maupun Nomor Induk Pegawai (NIP),”keluh mereka kepada manadoterkini.com.

Sementara itu, aktivis yang juga tokoh Pemuda Minsel, Carter Lumantow SH MH, mengingatkan BKD tidak memaksakan kehendak dengan meloloskan Honda K-2 yang diduga kuat siluman.“BKN telah bertindak benar, dengan menahan honda K-2 yang diduga siluman. Kasian mereka yang benar-benar berkerja sejak tahun 2005, sedangkan mereka (siluman,red) ini tidak berkerja malahan ada yang bekerja di Bank Mandiri, kemudian diloloskan,”tegas Lumantow, sembari menuturkan tidak menutup kemungkinan NIP yang dikantongi BKD saat ini ada saja Honda K-2 siluman.(dav)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*