Kamis, 12 Desember 2019

Berpotensi Rusak Lingkungan, AMTI Minta Aktivitas PT SEJ Harus Dihentikan

minsel

Tommy Turangan

AMURANG, (manadoterkini.com) – Ketua Umum Tranparansi Indonesia (AMTI) Tommy Turangan SH meminta Pemerintah tidak mengizinkan investasi yang mengacam pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup.

Bahkan Dia mendessak Pemerintah Minsel dan Mitra segera menghentikan perusahaan PT Sumber Energi Jaya (SEJ) yang saat ini sedang beroperasi di wilayah perkebunan Picuan Baru Kecamatam Motoling Timur dan Desa Kalait Kecamatan Toulaan Selatan Mitra. Izinnya perlu dipertimbangkan, karena aktivitas perusahaan PT SEJ berdampak pada pengerusakan lingkungan, apalagi di kawasan tersebut merupakan kawasan hutan lindung yang harus dilindungi bukan dirusaki.”Kalau berpotensi merusak lingkungan sebaiknya izin operasi mereka dicabut saja. Sebab itu melanggar aturan,” tukas Turangan.

Menurutnya hal ini harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah, karena siapa saja yang merusak lingkungan hidup akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Dalam hal undang-undang UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlidungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Apalagi masalah lingkungan adalah masalah yang harus diselesaikan secara terpadu. Oleh karena itu, dirinya meminta Pemerintah setempat baik Pemkab Mitra maupun Pemkab Minsel harus menindaklanjuti Nota Kesepakatan bersama antara Menteri Negara Lingkungan Hidup RI, KAPOLRI, KAJAGUNG RI Nomor: 11/MENLH/07/2011, Nomor B/20/VII/2011 dan Nomor Kep-156/A/JA/07/2011 tentang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Terpadu.”Sebab bagi yang melakukan pengerusakan lingkungan hidup, sangsinya berat,” tandas Turangan mengingatkan.

Selain itu ada juga surat Gubernur Sulut, Kajati Sulut dan POLDA Sulut yang telah membuat Nota Kesepahaman Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Terpadu Daerah Sulawesi Utara sesuai dengan Nomor : 660.1/2853/Sekr-BLH dan Nomor : B/14/IX/2012 serta Nomor: B.385/R.I/ES/3/2012 yang ditanda tangani oleh Gubernur Drs SH Sarundayang, Kapolda Brigjen (Pol) Drs Dicky D. Atotoy dan Kajati Hindiyana, SH pada tanggal 27 September 2012 silam.”Saya dengar dari masyarakat kalau PT SEJ sudah melakukan penyerobotan di kawasan hutan lindung, jadi kami minta Pemerintah secepatnya bertindak untuk menghentikan aktivitas dari PT SEJ. Apalagi saya mendapat informasi kalau PT SEJ belum memiliki ijin dari Kemenhut,” jelasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diposting dari pihak PT SEJ sendiri saat akan dikonfirmasi manadoterkini.com tidak bisa di hubungi. Namun upaya konfirmasi akan terus dilakukan.(dav)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*