Minggu, 8 Desember 2019

Walikota Manado : Jika Tidak Tugas Luar, Saya Akan Berikan Penjelasan

manado

Walikota Manado GS Vicky Lumentut

Kasus Youth Center

MANADO, (manadoterkini.com) – Persoalan dugaan korupsi kasus pembangunan youth center di lahan 16 persen milik Pemkot Manado di kawasan Mega Mas yang telah ada tersangkanya, Ronny alias RE oleh Polda Sulut.

Sementara pekan lalu, Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut yang dijadwalkan diperiksa penyidik Polda Sulut untuk dimintai keterangan, akhirnya tidak bisa disanggupi hingga hal itu menimbulkan tanda-tanya berbagai kalangan.

Akan hal itu, Senin (6/10) kemarin pun GSVL langsung menjelaskan kepada wartawan kalau tidak bisa terpenuhi undangan Polda Sulut itu, bahwasanya bertepatan tidak berada di tempat atau tengah menuntaskan tugas di luar daerah kota Manado.

Walikota mengakui, kalau undangan panggilan itu sudah diketahui untuk memberikan tambahan informasi yang sebelumnya sudah dilakukan.

“Kan saya sudah dipanggil. Tapi menurut penyidik masih ada tambahan informasi lagi hingga akan dimintai tambahan penjelasan terkait dengan kasus yang sedang berjalan itu (youth center),” terang Walikota.

Tidak ada niat sekalipun untuk tidak mengikuti perintah hukum, pekan lalu, dijelaskan Walikota, ketidakhadirannya karena memang tidak berada di tempat.

“Saya kapan saja, jika dipanggil untuk menambah informasi. Kecuali tidak ditempat tentunya saya mohon maaf. Minggu lalu tidak sempat memberikan tambahan informasi karena ada tugas luar,” jelas Walikota.

Walikota pun menyesalkan persoalan youth center hingga namanya terkesan ikut dibawa-bawa, kendati tidak pernah bersentuhan dengan proyek tersebut karena masalah anggaran pembangunan tidak ke kas daerah Manado tapi langsung dikelolah komite.

Diketahui, awalnya manado akan menerima Rp40 miliar tapi pada akhirnya hanya disetujui Rp10 miliar lahan disediakan Pemkot Manado.

Pertama ditawari kalau ada bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI kalau kota Manado bisa mendapatkan bantuan seperti pembangunan.

Dengan catatan Manado harus bentuk komite, akhirnya dibentuklah komite melalui SK Walikota dan dikomandoi Pascalis. Namun sebelum berjalan pembangunan justru sudah ada laporan beberapa orang yang mengaku telah menyetorkan sejumlah uang agar mendapatkan proyek tersebut. Tidak hanya itu, telah ada penarikkan dana sebesar Rp200 juta yang dilaporkan bendahara tanpa ada pertanggungjawaban yang jelas peruntukkannya.

Hingga dilakukannya konsultasi ke Kemenpora dan diberikan solusi agar komite diganti agar persoalan tidak sampai berlarut dan makin menjadi-jadi. Dikeluarkannya SK Walikota yang ditegaskan Kemenpora sebagai kewenangan Walikota soal komite. Dan kali sesuai SK Walikota Komite dikendalikan Ronny Eman karena dinilai memiliki latar belakang bidang olahraga yang baik di Manado dan Sulut.

Hanya saja, ditengah pembangunan Youth Center timbul lagi persoalan baru, menyusul Ronny alias RE ditetapkan sebagai tersangka yang diduga ikut menarik dana Rp100 juta tanpa jelas peruntukannya. (*/ald)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*