Kamis, 19 September 2019

Proyek Pemeca Ombak Berbandrol, 9,5 Miliar, Warga Tumpaan-Matani Desak Segera Dituntaskan

amurang

Handri Komaling SH

TUMPAAN, (manadoterkini.com) – Warga yang ada di pesisir Pantai Tumpaan, dan Desa Matani meminta agar pekerjaan proyek tanggul pemecah ombak yang saat ini sementara dibangun dengan anggaran kurang lebih Rp 9,5 Miliar, kiranya bisa selesai akhir bulan November.

Menurut warga Harry Wurow, bila proyek ini tidak selesai akhir November, ditakutkan ancaman gelombang pasang yang biasa menerjang warga yang tinggal di pesisir Tumpaan dan Matani setiap bulan Desember dan Januari, akan terjadi kembali.”Sebagai warga, kami mendesak instansi terkait untuk bisa mengawasi dengan ketat pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan tanggul pemecah ombak, sehingga pekerjaan sesuai dengan kontrak kerja. Warga bisa merasakan dampak positif dari pembangunan tanggul pemecah ombak ini,” ujar Wurow.

Sementara itu, Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Minsel Handrie Komaling SH, ketika dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya sejauh ini mengawasi ketat pekerjaan pembangunan tanggul pemecah ombak di Tumpaan Baru hingga Matani.”Memang kami telah memerintahkan pihak kontraktor untuk bisa menyelesaikan pembangunan tanggul selambat-lambatnya akhir November, agar supaya masyarakat bisa terlindungi dari ancaman gelombang pasang yang menerjang setiap Desember dan Januari,”ujar Komaling.

Komaling menambahkan, proyek pembangunan tanggul ini, juga dipantau langsung oleh Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE. Buktinya beberapa waktu lalu, Bupati turun langsung di lokasi dan meminta agar kontraktor bisa mengerjakan proyek sesuai bestek.”Proyek pembangunan tanggul pemecah ombak yang masuk di Minsel, tidak lepas dari perjuangan Bupati di Kementerian,” katanya.(dav)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*