Kamis, 19 September 2019

Pengadaan Obat di Dinkes Minsel Berbandrol Rp 2 Miliar Dipertanyakan

Bupati Diminta Evaluasi Kinerja Kadis dan Kepala Puskesmas

AMURANG, (manadoterkini.com) – Ironis, program populis Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu SE, di bidang kesehatan dalam hal pelayanan prima kepada masyarakat Minsel dan pengobatan gratis, tidak mampu diterjemahkan jajaran Dinas Kesehatan Minsel.

Buktinya, ketersediaan obat di sejumlah puskesmas yang selalu kosong dan selalu dikeluhkan warga. Padahal pada 2014, ada alokasi anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk pengadaan obat di Dinas Kesehatan. Namun sangat disayangkan sampai memasuki akhir tahun, obat tak kunjung tiba.

Tak mengherankan bila sejumlah elemen mulai mempertanyakan pengadaan obat di Dinkes Minsel. Menurut Ketua Formip Minsel Decky Mintje, ketersediaan obat adalah masalah krusial.”Sangat ironis memang bila warga yang datang berobat ke puskesmas tidak bisa dilayani, akibat tidak adanya obat. Lebih para lagi bila meraka merupakan anggota BPJS,” ujar Mintje.

Lanjutnya, sebagai elemen masyarakat dirinya juga mempertanyakan lambatnya pengadaan obat tahun 2014.”Lambatnya kinerja jajaran Dinkes Minsel harus bisa segera dievaluasi oleh Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE. Jangan sampai program Bupati ternodai oleh lambatnya kinerja Dinkes. Apalagi ini menyangkut kesehatan dan nyawa warga di 17 kecamatan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Minsel dr Terrnie Paruntu ketika dikonfirmasi membenarkan bila 2014 pengadaan obat di Minsel berbanderol Rp 2 miliar.”Memang sampai saat ini obat belum masuk. Keterlambatan disebabkan oleh katalog obat. Namun warga tidak perlu khawatir, bila obat masuk langsung distribusikan ke tiap puskesmas,” pungkasnya.(dav)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*