Rabu, 11 Desember 2019

Di DPRD Minsel KMP dan KIH Berjalan Bergandengan

AMURANG, (manadoterkini.com) – Prediksi sejumlah pengamat politik Koaliasi Merah Putih akan memborong alat kelengkapan dewan (AKD) di DPRD Minsel, seperti yang terjadi di DPR-RI, ternyata meleset. Terbukti komunikasi politik yang dilakukan oleh KIH dan KMP di DPRD Minsel berjalan dengan masyawarah mufakat tanpa adanya voting dan tidak terlihat adanya dua kubu berseberangan, sehingga pada pembentukan AKD Minsel mengakomodir seluruh fraksi.

Akan hal itu warga Minahasa Selatan pada umumnya memberikan apresiasi kepada personil DPRD Minsel periode 2014-2019 yang telah mengawali langkah kerja dengan baik. “Ini langkah maju bagi wakil rakyat di Minsel. Karena di Sulut mungkin yang pertama menyelesaikan tahapan dari pembentukan fraksi, Pimpinan definitif hingga ada kelengkapan dewan,”tutur Carter Lumantow SH MH, kepada manadoterkini.com, Minggu (12/10).

Dimana PDIP mendapat jatah Ketua di Komisi III sedangkan Partai Golkar sebagai pemilik kursi terbanyak mengambil jatah di Komisi II, dan F-PD kebagian ketua di Komisi I. Sedangkan untuk jabatan Wakil Ketua dan Sekretaris dibagi rata pada semua fraksi.

Wakil Ketua DPRD Minsel Rommy Pondaag, SH, MH yang juga selaku Ketua DPC PDIP Minsel menyatakan sikap kompromi sehingga lebih memilih jalur musyawarah mufakat ini demi masyarakat.

“Kami meyakini, masyarakat lebih memilih adanya kestabilan dari pada kegaduhan politik. Karena demokrasi kita adalah demokrasi yang menonjolkan musyawarah mufakat. Maka dari itu, cara inilah yang kita tempuh. Meski memang sempat terjadi tarik ulur dan ketegangan, tapi bisa dipecahkan lewat musyawarah,” sebut Pondaag.(dav)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*