Minggu, 15 Desember 2019

Warga Pertanyakan Galian C di Sungai Malinow

TENGA, (manadoterkini.com) – Sejumlah warga yang bermukim di Desa Tenga, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mempertanyakan aktifitas galian C di Sungai Malinow. Mereka menilai, pengambilan matrial di sungai tersebut yang dilakukan oknum kontraktor bisa berdampak buruk terjadinya abrasi.”Ini perlu diselidiki, apakah kontraktor tersebut punya izin atau tidak. Jelas aktifitas tersebut sangat merugikan warga,” kata Felix Rorong, tokoh masyarakat Tenga.

Menurut Dia, jika aktifitas galian C tanpa izin jelas, tentu melanggar aturan dan bisa diproses hukum. Apalagi, dampak yang ditimbulkan untuk pengambilan matrial bisa mengancam lahan pertanian milik warga.”Warga sudah banyak mengeluh akan kondisi ini. Kami berharap pemerintah dapat memberikan kejelasan terkait status kontraktor tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, aktifitas galian C di Sungai Malinow melibatkan pemerintah desa setempat. Material yang diambil dari sungai dikomersilkan untuk mendatangkan uang.”Ini sudah meresahkan warga. Kami tidak ingin aktifitas tersebut malah akan memperburuk kondisi sungai dengan berdampak pada musibah. Pengambilan material hampir terlihat berlangsung setiap hari,” tuturya.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Minsel, Drs Pengky Terok menjelaskan, pihaknya sudah pernah menerima surat disertai tanda tangan oleh puluhan warga desa yang menolak aktifitas tersebut.”Kami akan mengecek dengan menurunkan tim ke lokasi yang dimaksud,” jelas Terok.

Dia menjelaskan, mengenai aktifitas galian C, pihak desa bisa saja melakukan pengambilan material sepanjang itu dipergunakan untuk kepentingan umum seperti pembangunan kantor desa, atau hal lain yang menyangkut dengan pembangunan desa.”Matrial pun hanya diambil secukupnya. Sangat salah jika material dikomersilkan. Yang pasti kami akan melakukan pengecekan terkait hal ini,‚ÄĚtandas Terok.(dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*