Minggu, 8 Desember 2019

Kahadiran Hanya 50 Persen, Pegawai SKPD Manado Dinilai “Korupsi” Waktu

Wawali Turun Langsung Sidak Absensi PNS

manado

Wawali memberikan arahan dala apel pagi tadi di BP2T

MANADO, (manadoterkini.com) – Keterbukaan Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut dan Wawali Manado Dr Harley Mangindaan menerima keluhan dan laporan serta apresiasi membuat tidak ada batasan lagi antara Pemkot Manado dan warga kota Manado. Faktanya, melalui jejaring media sosial Facebook serta pesan singkat dan telepon langsung, warga bisa melaporkan kinerja mulai dari Kepala Lingkungan hingga kepala SKPD dan jajaran terkait pelayanan.

Alhasil, laporan pelayanan buruk pun masuk dan tanpa hitung tiga Walikota perintahkan Wawali lakukan pengecekkan langsung terkait jam pelayanan publik yang terkesan “dikebiri” alias korupsi waktu oleh oknum PNS. Tak ayal, Kamis (16/10) sekitar Pukul 07.45 Wita, tanpa diduga seluruh PNS balai Kota Manado, Wawali mengambil memimpin Apel. Benar saja, berbagai borok pun menyembul dengan sendirinya, mulai datang Apel terlambat, tidak hadir tanpa ada keterangan pun langsung terlihat. “Saya tekankan jangan bermain-main soal waktu dan tugas pokok dan kewajiban. Jika ada Izin saya minta dilayangkan, tapi sampai saat ini tidak ada. Saya lihat kondisi absensi PNS belum lengkap, kalau waktu absen harus absen. Karena ketika terlambat masuk kerja akan hambat pelayanan kepada masyarakat,“ tegas Wawali disela-sela memimpin Apel pagi.

Diungkapkan Wawali, adanya laporan dan petunjuk Walikota bahwa pegawai harus memperhatikan absensi dan jam pelayanan kepada masyarakat. “PNS harus memperhatikan absensi dan harus tepat waktu. Karena banyak yang hadir terlambat dan waktu pelayanan tidak cocok kebutuhan karena kehadiran kurang baik,” tambah Wawali.

Kendati begitu, Wawali berharap agar SKPD yang ada di wilayah (luar balai kota) juga harus ada kerjasama. “Saya minta BKD monitor kehadiran kinerja PNS yang ada di luar kantor Walikota Manado. Waktu pelayanan harus juga diperhatikan, harus sesuai dengan jadwal buka pelayanan kalau perlu sistem jemput bola,” ajak Wawali.

Dari hasil sidak absensi PNS, Wawali menemukan kehadiran PNS dibalai kota yang diperkirakan berjumlah 200 san yang hadir apel tidak sampai 100 pegawai. Sementara dalam pengecekkan langsung absen di dinas dan Badan jumlah PNS yang mengikuti apel pagi hanya 50% dari total absen yang ada.

Buktinya, di Distakot yang hadir hanya 50 persen dari total 52 pegawai. Begitu pun dengan Discapilduk. Sedangkan Sekretariat Dekot Manado dari total 42 pegawai hanya 50 persen yang hadir. Berlanjut ke Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BP2T), dari 30 pegawai yang bertugas hanya 19 yang dinyatakan hadir. Begitu pun dengan Inspektorat diharapkan menjadi contoh hanya mengoleksi 20 pegawai yang hadir dari total 46 pegawai, praktis hanya PNS BKD yang hadir semuanya ketika dicek Wawali.

Bahkan sebagian besar Kepala SKPD pun tidak tampak batang hidungnya di apel pagi. Kepala BKD Manado Ventje Pontoh SH yang dimintai tanggapanya mengatakan, sejumlah PNS sudah diberikan sanksi disiplin. Bahkan, beberapa PNS di Dinas Perhubungan dan BP2T sudah merasakannya. “Banyak yang diberikan sanksi mulai dari sedang maupun berat. Kami akan lakukan sidak diluar balai kota dan akan tegakkan aturan terkait disiplin pegawai,” kunci Pontoh. (*/tim)

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*