Sabtu, 7 Desember 2019

Konflik Tataaran, Warga Sulut di Papua Minta Pemerintah Fasilitasi Perdamaian

amurang

Yanli Kumayas

AMURANG, (manadoterkini.com) – Sejumlah warga Sulawesi Utara (Sulut) yang ada di tanah Papua meminta agar intansi terkait dalam hal ini pihak kepolisian untuk mengusut dan memproses pelaku penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Petius Tabone mahasiswa asal Papua.

Hal ini disampaikan oleh Yanli Kumayas anggota DPRD salah satu Kabupaten di Papua. Kumayas yang juga putra asli Minsel ini menambahkan, kejadian yang terjadi di Tataaran II, Tondano Selatan, kawasan kampus UNIMA mempengaruhi kehidupan warga Sulut di tanah Papua.”Pertikaian di Tataaran II menimbulkan dampak bagi kami yang ada di tanah Papua,” ujarnya.

Kumayas meminta kepada pemerintah Provinsi Sulut dan Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk memfasilitasi perdamaian antara kedua kelompok yang bertikai. Dan persoalan ini harus cepat diselesaikan sehingga tidak membias dan menimbulkan efek bagi orang-orang Sulut yang ada di Papua apalagi yang sudah tinggal dan menjadi warga Papua. Kami berharap pemerintah segera melakukan tindakan untuk memfasilitasi perdamaian agar hubungan baik masyarakat Papua dan warga Sulawesi Utara tetap terjalin dan tidak ada permusuhan. Selain itu pemerintah dan masyarakat Sulut harus memberikan rasa aman kepada orang-orang Papua yang ada di Tanah Minahasa, khususnya mahasiswa yang saat ini sedang studi di Sulut.”Kami disini (Tanah Papua-red) tidak tahu menahu dengan persoalan ini dan kami hanya menginginkan perdamaian bisa terjalin,” harap Kumayas.

Sementara untuk kasus pidana harus diusut tuntas semua pelaku, dan mahasiswa asal Papua, juga bisa menahan diri dan sabar serta menyerahkan proses hukum kepada pihak berwajib dalam hal ini Polisi.”Biarlah pihak kepolisian yang akan menyelesaikan dengan menyeret para tersangka yang terlibat aksi penganiayaan dan pembunuhan serta pengrusakan,” pungkas Kumayas yang juga Ketua Rukun Raanan Baru di Papua.(dav)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*