Senin, 16 September 2019

Warga Minsel Nyatakan Siap Duduki PLTU dan PLTD Amurang

Akibat Pemadaman Listrik Pada Jam Ibadah

minsel

Drs Robby Sangkoy MPd

AMURANG, (manadoterkini.com) – Pemadaman listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) setiap hari di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), yang tidak mengenal waktu memang tak bisa ditolerir lagi.

Seperti halnya Minggu (26/10) kemarin, PLN kembali memadamkan listrik disaat umat Kristiani menjalankan ibadah di gereja. Tak pelak Tonny Lumenta SH menyebut sikap PLN tersebut sebagai tindakan provokatif, sebab dapat memicu emosi warga.”Apa yang telah dilakukan oleh PLN sudah sangat keterlaluan. Bukan saja disaat jam kerja dan malam hari listrik dipadamkan. Bahkan disaat jam ibadahpun mereka tidak sungkan. Inikan namanya tidak ada lagi penghormatan, Dan saya berani mengatakan PLN sebagai provokator. Mereka (PLN-red) telah menimbulkan keresahan dan membuat emosi warga terpancing,” tandas Lumenta saat menghubungi manadoterkini.com, Senin (27/10).

Kekecewaan tersebut juga disampaikan Ketua Komisi II DPRD Minsel Drs Robby Sangkoy MPd. Dirinya, menyatakan siap mengkoordinir warga yang tidak puas dengan PLN dan melakukan demonstrasi. Bukan hanya sampai disitu, politisi Partai Golkar ini juga bakal mengarahkan massa menduduki dua pembangkit listrik yang berada di Lopana dan Moinit. Dia beralasan kedua pembangkit listrik tersebut seharusnya lebih dari cukup memasok kebutuhan di Minsel, tapi kenyataannya malah sebaliknya.”Perlu saya ingatkan di Minsel memiliki dua pembangkit listrik, dan bisa dikatakan masih baru dioperasikan. Tapi kita rasakan bersama sudah sekian lama ada pemadaman listrik tiap hari selama berjam-jam. Kan, ini aneh dan wajar kalau dipertanyakan, sampai sekarang juga PLN belum memberikan alasan tepat soal pemadaman. Maka saya siap pimpin pendemo hingga menduduki kedua pembangkit tersebut,” tandasnya.

Kesiapan Robby Sangkoy mendapat dukungan dari sejumlah elemen masyarakat Minsel. Bahkan mereka (Masyarakat-red) menyebutkan siap bergabung serta mendatangi PLN.”Pemadaman PLN sudah bukan lagi persoalan aktivitas jadi terhambat, tapi sudah mengganggu perekonomian, hubungan sosial kemasyrakatan, kegiatan ibadah hingga tindak kriminal. Makanya, kami harap PLN harus terbuka apa yang menjadi alasan. Atau mungkin ini bisa saja faktor kesengajaan guna melemahkan warga Minsel. Karenanya kami siap turun ke jalan dan mendatangi kantor PLN dan dua pembagkit listrik yang ada di Minsel,” pungkas mereka.(dav)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*