Selasa, 17 September 2019

Izin Kadaluarsa, Sondakh : Aktivitas PT MN di Pelabuhan PPI Amurang Ilegal

AMURANG, (manadoterkini.com) – Kerja sama antara Pemkab Minsel bersama PT Maesa Nugaraha (MN) dikabarkan sudah tidak diperpanjang lagi dan sudah putus. Dengan demikian aktrivitas bongkar muat aspal curah PT MN yang berusaha dilakukan melalui kapal pengangkut dinilai illegal.

Kabag Hukum dan HAM Minsel Lucky Tampi mengatakan kerja sama PT Maesa Nugraha dan Pemkab Minsel sudah diputus dan tidak berlaku lagi.”Pemkab Minsel telah memutus kerjasama dengan pihak Maesa Nugraha,” ujarnya.

Sesuai surat keputusan Bupati, bahwa Pemkab Minsel telah memutus kontrak kerja dengan PT Maesa Nugraha. Pemutusan kerja sama ini, berkaitan dengan lokasi penampungan aspal yang berpotensi merusak lingkungan hidup biota laut dan hutan mangrove serta sejumlah adminsitrasi perizinan yang sudah lewat alias kadaluarsa.

Ditempat trerpisah Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP) Minsel, Sonny Sondakh juga menjelaskan aktivitas PT Maesa Nugraha di Pelabuhan Mobongo Amurang ilegal. Pasalnya, dokumen perizinan yang dimiliki PT Maesa Nugraha sudah kadarluarsa dan tidak lagi diperpanjang lagi.”Pemkab tidak lagi memperpanjang izin dari PT MN,” ujarnya.

Ditambahkan bongkar muat aspal curah yang dilakukan PT Maesa Nugraha ilegal karena izinan HO, TDP, Fiskal, dan IUP sudah kadarluarsa.

Sementara itu direktur PT MN melalui Ferdy Liuw saat dikonfirmasi menjelaskan pihak perusahaan tetap beritikat baik memperpanjang izin. Prosesdur awal perpanjangan izin tersebut sudah ditempuh oleh pihak perusahaan dan sudah ditandatangani oleh Kepala Lingkungan, Lurah dan Camat,” Sebelum jatuh tempo perusahaan sudah berupaya untuk memperpanjang semua izin, namun belum dikeluarkan oleh (KPPTSP) Minsel,” katanya.(dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*