Kamis, 12 Desember 2019

Jacko Sebut Pemadaman Listrik Rugikan Masyarakat

PLN Janji 20 November Pemadaman Listrik Berakhir

AMURANG, (manadoterkini.com)-Ketua DPD KNPI Sulawesi Utara (Sulut) Jackson Kumaat SE SH pada Kamis (30/10) siang tadi mengatakan, Persoalan pemadaman listrik di Sulawesi Utara (Sulut) khususnya di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sudah menjadi permasalahan klasik yang membosankan. Pasalnya, kerugian dan derita warga masyarakat sudah termasuk kategori gawat. Kalau hal ini kita cermati sebenarnya sangat bertentangan dengan rasa keadilan prioritas terhadap hak para pengguna jasa listrik. “Coba kita bayangkan, ketika pelanggan telat membayar iuran rekening listrik, maka pelanggan akan dikenakan denda bahkan pihak PLN memutus paksa aliran listrik. Nah bagaimana ketika sekarang PLN yang kerap kali melakukan pemadaman listrik 5 hingga 7 jam perhari. Jutaan masyarakat pelanggan PLN sudah begitu sangat dirugikan. Akibatnya terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk bahan bakar genset. Seiring dengan itu tarif listrik yang harus dibayar tiap bulannya juga akan meningkat. Kembali lagi saya katakan, PLN Telah melecehkan rasa keadilan terhadap para pelanggan listrik. Ini sungguh tidak dapat di biarkan begitu saja,” Sebab pemadaman listrik yang yang dilakukan PLN, menimbulkan kerugian yang sangat besar dimasyarakat termasuk rumah yang terbakar bahkan sampai menelan korban jiwa. Lantas dimana tanggung jawab PLN terhadap semua itu,” tandasnya.

Sementara itu, GM PLN Suluttengo Santoso Januarsono yang dikonfirmasi manadoterkini.com mengatakanpemadaman listrik tersebut terjadi akibat adanya sejumlah pembangkit listrik yang ada di Sulut termasuk PLTU Moinit di Amurang dan PLTD di Lopana mengalami kerusakan akibat faktor alam, yang mengakibatkan defisit listrik turun menjadi 45 mengawatt.”Bahkan kami sendiri dari pihak PLN sementara mengupayakan akan menyewa alat untuk digunakan menyuplai listrik sebesar 20 megawatt, hanya saja itu, kami akan konsultasikan dulu dengan pihak Kejaksaan Tinggi, agar tidak bermasalah di kemudian hari, artinya guna untuk keamanan administrasi hukumnya,” tandasnya.

Meskipun begitu Januarsono meminta waktu pada 1 November akan ada pengurangan, dan nantinya pada 20 November, Dia berjanji sudah tidak ada pemadaman listrik lagi.”Saya janji Tanggal 20 November sudah tidak ada pemadaman listrik, hanya saja tanggal ! November kita akan ada pengurangan pasokan, karena ada perbaikan di sejumlah pembangkit listrik,” tutupnya.(dav)

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*