Sabtu, 21 September 2019

Tidak Hormati Pemerintah, KNPI Minsel Desak Pemkab Hentikan Aktifitas PT MN

AMURANG, (manadoterkini.com) – Ketua DPD KNPI Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Tertius Ulaan ST MT mendukung penuh tindakan dari Pemerintah Kabupaten Minsel untuk menghentikan semua aktivitas perusahaan yang tidak memiliki izin serta izinnya sudah tidak di perpanjang lagi apalagi perusahaan yang tidak menghormati Pemkab Minsel yang nota bene adalah pemerintah daerah yang adalah tuan tanah.

Seperti halnya aktivitas bongkar muat aspal curah yang dilakukan oleh PT Maesa Nugraha (MN). Menurut Ulaan apa yang telah dilakukan oleh Pemkab Minsel untuk menghentikan aktivitas PT MN di Pelabuhan PPI Amurang sudah tepat. Pasalnya, izin dari Perusahaan tersebut sudah kadaluarsa dan sudah tidak diperpanjang lagi oleh Pemkab Minsel.”Tindakan yang diambil oleh Pemkab Minsel terhadap PT MN sudah tepat. Jadi kami meminta agar Pemkab Minsel segera mengambil tidakan tegas terhadap aktifitas dari perusahaan tersebut, dengan cara segera menghentikan dan menertibkannya,” tandasnya.

Menurut Ulaan, apalagi aktifitas PT MN ditengarai merusak lingkungan biota laut dan hutan mangrove. “Apalagi kami mendengar sesuai surat keputusan Bupati, bahwa Pemkab Minsel telah memutus kontrak kerja dengan PT Maesa Nugraha sehingga aktivitas PT MN dinilai bermasalah dengan status izin nya atau ilegal,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kabag Hukum dan HAM Minsel Lucky Tampi mengatakan kerja sama PT Maesa Nugraha dan Pemkab Minsel sudah diputus dan tidak berlaku lagi.”Pemkab Minsel telah memutus kerjasama dengan pihak Maesa Nugraha,” ujarnya.

Sesuai surat keputusan Bupati, bahwa Pemkab Minsel telah memutus kontrak kerja dengan PT Maesa Nugraha. Pemutusan kerja sama ini, berkaitan dengan lokasi penampungan aspal yang berpotensi merusak lingkungan hidup biota laut dan hutan mangrove serta sejumlah adminsitrasi perizinan yang sudah lewat alias kadaluarsa.

Hal senada dikatakan Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP) Minsel, Sonny Sondakh juga menjelaskan aktivitas PT Maesa Nugraha di Pelabuhan Mobongo Amurang ilegal. Pasalnya, dokumen perizinan yang dimiliki PT Maesa Nugraha sudah kadarluarsa dan tidak lagi diperpanjang lagi.”Pemkab tidak lagi memperpanjang izin dari PT MN,” ujarnya.

Ditambahkan bongkar muat aspal curah yang dilakukan PT Maesa Nugraha ilegal karena izinan HO, TDP, Fiskal, dan IUP sudah kadarluarsa.(dav)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*