Rabu, 18 September 2019

Jalang Hari Raya, TPID Manado Antisipasi Stabilitas Sembako

manado

Wawali Harley AB Mangindaan

MANADO, (manadoterkini.com) – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Manado memastikan akan mengantisipasi ketersediaan dan stabilisasi harga bahan kebutuhan pokok menjelang hari raya Natal 25 Desember dan Tahun Baru 1 Januari 2015 mendatang. “Kami berharap juga para pemuka agama serta tokoh masyarakat dapat memberikan himbauan bahwa pada hari raya nanti bukan momentum untuk meningkatkan konsumsi karena data-data kami menunjukkan tingkat konsumsi pada hari raya akan melonjak,” ungkap Wawali Manado Dr Harley Mangindaan Senin (3/11).

Lanjut Wawali, TPID Manado akan melaksanakan sejumlah kegiatan untuk antisipasi ketersediaan dan stabilisasi harga bahan kebutuhan pokok antara lain kunjungan kerja ke pasar-pasar induk dan tradisional sangat perlu dilakukan. “Pastinya akan melaksanakan koordinasi dengan pelaku usaha terutama produsen, distributor, dan instansi terkait. Langkah pemantauan lain bisa juga pembentukan posko bahan pokok daerah serta penyelenggaraan pasar murah,” terang Wawali.

Disatu sisi Wawali menyatakan, ketersedian bahan pokok, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi serta komunikasi akan menciptakan instrument yang sinergis yang membuat warga tidak panik kala terjadinya inflasi.

Wawali menilai, di kota Manado sekarang ini memang masih terlihat adanya monopoli pasokan bahan-bahan pokok seperti beras dan cabe. “Tentunya jika distribusi menuju kota Manado terhambat akan terjadi kelangkaan yang membuat harga naik. Akan hal itu kita bisa akan menkoordinasikan dengan Polda Sulut agar tidak ada hambatan-hambatan yang terjadi di jalan saat proses distribusi menuju kota Manado. Tentunya sesuai dengan rambu-rambu yang berlaku,” ujar Wawali.

Pandangan Wawali, karakteristik inflasi di Manado tidak jauh berbeda dengan wilayah lainnya di Indonesia. Fluktuasi indeks harga umum terutama bersumber pada kelompok bahan makanan, khususnya volatile foods (inflasi kelompok komoditas bahan makanan yang perkembangan harganya sangat bergejolak) yang sangat dipengaruhi oleh sisi suplai. “Dengan demikian faktor distribusi dan cuaca juga ikut memegang peranan sangat penting. Daya beli yang kuat dan elastisitas permintaan yang cukup di tengah struktur pasar menambah potensi terjadinya “permainan harga” oleh para pedagang. Disamping itu, ekspektasi inflasi juga memegang peranan tak kalah penting dalam pembentukan harga komoditas,” kunci Wawali.(*/tim)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*