Minggu, 22 September 2019

Kloter Pertama, Puluhan Kumtua dan Lurah di Minsel Berangkat ke Batam

Anggaran per-orang Rp 8,5 juta, kloter II pekan depan

AMURANG, (manadoterkini.com)-Para Hukum Tua (Kumtua) dan Lurah di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kembali mendapatkan kesempatan untuk mengikuti bimbingan teknis dan pelatihan dalam bidang pemberdayaan masyarakat desa di luar daerah. Untuk tahap awal, Selasa (4/11) hari ini, 90-an dari 177 Kumtua dan lurah yang ada di 17 Kecamatan di Kabupaten Minsel akan berangkat mengikuti pelatihan tersebut ke Batam.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Minsel Ollivia Lumi SSTP MSi menjelaskan, 90-an Kumtua dan lurah yang masuk kelompok terbang (Kloter) pertama ini berasal dari beberapa kecamatan.”Sebenarnya hanya ada 177 Kumtua dan lurah yang akan berangkat hari ini, tetapi kita bagi dua kloter. Jadi hari ini untuk 90-an Kumtua dan Lurah kita berangkatkan lebih dulu,” ujarnya.

Menurut Lumi, untuk sisanya nanti akan masuk kloter kedua dan akan diberangkatkan pekan depan.

Saat ditanya soal anggaran yang dibutuhkan, menurut Lumi, rata-rata masing-masing Kumtua dan Lurah membutuhkan anggaran Rp 8,5 juta, sudah termasuk biaya tiket dan kontribusi untuk pelatihan tersebut. “Sumber pembiayaan adalah Alokasi Dana Desa (ADD) yang memang ada bagian untuk operasional Kumtua,” jelas mantan Camat Sinonsayang ini.

Ditanya adanya isu yang mengatakan akan ada kunjungan lanjutan ke Singapura dan Malaysia. Lumi mengungkapkan, itu sudah di luar tanggung jawab Pemkab dan merupakan kepentingan pribadi dari Kumtua maupun lurah, yang ingin berjalan-jalan usai Bimtek.

Sementara itu, ditempat terpisah, Ketua Komisi I DPRD Minsel Jhon Sumual SE SH, berharap agar ADD dan BOK yang baru dicairkan para hukum tua dan lurah tidak dihabiskan seluruhnya dalam perjalanan ke Batam, melainkan juga bisa digunakan untuk pembangunan fisik infrastruktur di Desa.(dav)

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*