Senin, 16 September 2019

Rusunawa Samping PU Manado Kurang Diminati Korban Bencana

GSVL: Rusunawa Bakal Dibuka Untuk Umum

manado

Walikota Manado GS Vicky Lumentut

MANADO, (manadoterkini.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado bakal memberikan kesempatan kepada masyarakat umum untuk menempati bangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang terletak di Kelurahan Tingkulu, Kecamatan Wanea, tepatnya samping kantor PU Manado.

Padahal sebelumnya, Pemkot telah memprogramkan Rusunawa diperuntukan bagi korban bencana banjir dan tanah longsor. Namun, hingga kini belum ada dari mereka yang ingin menempati Rusunawa sehingga terkesan tidak dimanfaatkan. “Saya sudah bilang sama Kabag Perkotaan, mari kita manfaatkan Rusunawa yang ada. Kalau masyarakat korban bencana tidak mau tinggal disitu, kita akan buka untuk umum,”ungkap Walikota Manado GS Vicky Lumentut, belum lama ini di Manado.

Dikatakan Walikota, Rusunawa yang di bangun tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat yang belum memiliki hunian. Meski demikian dengan berbagai bencana yang terjadi di Manado, mereka yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor diberikan prioritas untuk menempati Rusunawa. “Tetapi sampai saat ini hanya berapa keluarga saja yang mau tinggal di Rusunawa. Memang ruangan kecil, apalagi jika keluarga itu memiliki beberapa anak tentu saja tidak cukup,”kata GSVL, sapan akrab Walikota.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Manado Ir Ferry Siwi MSi, yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/11) kemarin, mengatakan Rusunawa memang belum menjadi aset Pemkot Manado, karena belum diserahkan pemerintah pusat. Menurutnya, penyerahan Rusunawa dilakukan secara kolektif dengan bangunan milik pemerintah pusat lainnya. “Belum diserahkan, dan masih menjadi aset pemerintah pusat. Ini nanti diserahkan secara kolektif. Prosesnya dari Kementerian PU kemudian ke Kementerian keuangan kemudian ke Kementerian Dalam Negeri dan selanjutnya ke Kabupaten/Kota,”jelas Siwi

Dikatakan Siwi, sekarang ini Rusunawa siap ditempati pada bulan November ini. Mengenai fasilitas yang ada, selain air bersih, listrik sedang diupayakan dengan menggunakan listrik pintar. Penghuni Rusunawa, tambah Siwi, tidak akan dikenakan biaya sewa, tetapi hanya dalam bentuk iuran karena bukan aset Pemkot. “Iuran itu untuk biaya pemeliharaan, kebersihan dan jasa keamanan. Kita tidak boleh menetapkan retribusi karena bertentangan dengan hukum, bisa salah kita,”pungkas Siwi.(*/ald)

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*