Senin, 16 September 2019

Sejarah Minahasa, Asal Usul Minahasa Bagian II

(Spesial HUT 586) PADA saat itu belum semua daratan Minahasa ditempati, baru sampai di garisan Sungai Ranoyapo, Gunung Soputan, Gunung Kawatak, Sungai Rumbia. nanti setelah permulaan abad XV dengan semakin berkembangnya keturunan Toar Lumimuut, dan terjadinya perang dengan Bolaang Mongondow, maka penyebaran penduduk makin meluas keseluruh daerah minahasa. hal ini sejalan dengan perkembangan anak suku seperti anak suku Tonsea, Tombulu, Toulour, Tountemboan, Tonsawang, Ponosakan dan bantik.

Di Minahasa sejak dahulu tidak mengenal adanya pemerintahan yang diperintah oleh raja. Yang ada adalah:

Walian :Pemimpin agama / adat serta dukun.

Tonaas : Orang keras, yang ahli dibidang pertanian, kewanuaan, mereka yang dipilih menjadi kepala walak.

Teterusan : Panglima perang

Potuasan : Penasehat

Saat itu Minahasa terbagi dalam 16 distrik : distrik Tonsea, Manado, Bantik, Maumbi, Tondano, Touliang, Tomohon, Sarongsong, Tombariri, Sonder, Kawangkoan, Rumoong, Tombasian, Pineleng, Tonsawang, dan Tompaso.

Tahun 1925, 16 distrik tersebut dirubah menjadi 6 distrik yaitu distrik Manado, Tonsea, Tomohon, Kawangkoan, Ratahan, dan Amurang…. (Bersambung)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*