Senin, 16 September 2019

Walikota Manado Berbagi Kunci Sukses di Surombu Nias

GSVL : Sampaikan Bekal Orang Tua Untuk Rajin Ibadah dan Rajin Belajar

nias

GSVL memberikan motivasi bagi pemimpin pemuda gereja se Indonesia

MANADO, (manadoterkini.com) – Menjadi birokrat yang sukses dan mencapai pangkat tertinggi IVe, kemudian terpilih menjadi orang nomor satu di Kota Manado, tak membuat Walikota Manado, Dr. G.S. Vicky Lumentut melupakan masa lalunya yang penuh perjuangan. Hal ini mencuat ketika Walikota GSVL didaulat Departemen Pemuda dan Remaja (Depera) PGI berbagi success story kepada para peserta Pertemuan Raya Pemuda Gereja (PRPG) dan undangan yang menghadiri Penutupan PRPG, Sabtu (08/11).

Dengan tidak menunjukkan raut kelelahan usai menempuh perjalanan sekitar 3 jam menembus belantara Nias, GSVL menuturkan ceritanya.”Sedikit saya sampaikan bekal yang dititipkan orang tua saya. Orang tua saya mengajarkan dari kecil ada dua hal. Pertama, harus rajin ke gereja dan Kedua, harus sekolah belajar kalau ingin nasib lebih baik. Hari Minggu harus ke Gereja. Kalau di kampung saya dulu, hari Minggu kalau tidak ke gereja tidak boleh keluar rumah (jalan-jalan) harus ada di dalam rumah. Tidak boleh dilihat orang di jalan kalau tidak hadir di ibadah gereja. Memang sekarang sudah terjadi pergeseran tapi itu yang dititipkan orang tua saya : harus beribadah, rajin ke gereja dan harus sekolah,”ujar GSVL dihadapan ratusan peserta pertemuan pemimpin pemuda gereja se – Indonesia.

nias

Walikota GSVL memotivasi peserta PRPG

Diakuinya faktor biaya tentu menjadi pertimbangan orang tua itulah yang menjadi modal yang membekali Walikota GSVL dalam perjalanan hidupnya. “Dari pengalaman saya, di usia 17 tahun, posisi kelas dua STM, ditinggalkan oleh tulang punggung keluarga. Ayah saya meninggal. Tapi semangat tidak boleh luntur, meskipun ditinggalkan, harus menanggung dua adik, mama sebagai pensiunan PNS, tapi Tuhan tidak pernah tinggalkan kita,“ungkapnya memotivasi para pemimpin pemuda gereja tersebut.

Beliau sempat merinci kejadian yang dianggapnya sulit diterima dengan logika tetapi terjadi. “Pernah suatu kali saya meninggalkan ibadah karena besoknya harus ujian. Hasilnya ternyata saya mendapatkan nilai yang kurang menggembirakan. Saya pun menganggap ini lantaran saya tidak beribadah dengan rajin seperti yang dipesan orang tua saya. Pada kesempatan lainnya, saya memilih untuk memprioritaskan ibadah baru kemudian menyesuaikan waktu belajar. Hasilnya, saya bisa lulus dengan baik, bahkan untuk urusan menyelesaikan studi, saya sempat melewati beberapa senior saya,“terangnya.

Setelah menjalani pekerjaan selama bertahun-tahun, bahkan ketika menjadi pejabat di Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Manado, GSVL menganggap dirinya sangat beruntung karena mendapatkan bekal yang sangat berharga dari orang tuanya. Oleh karena itu dirinya menitipkan pesan kepada seluruh pimpinan pemuda gereja di Indonesia untuk menomor satukan Tuhan. “Perintah Tuhan kepada kita itu jelas Cari dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, baru kemudian semuanya akan ditambahkan. Jangan dibalik, mencari dahulu yang ditambahkan, baru kemudian mencari kerajaan Allah,”pesan GSVL.(ald)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*