Selasa, 17 September 2019

Pengaruh Faktor Nilai Kurs, Investasi Asing di Bitung Kurang Bergairah

BITUNG, (manadoterkini.com) – Tiga Tahun terakhir ini, rupanya investasi atau penanaman modal asing (PMA) di Kota Bitung tidak bergairah. Pasalnya, sejak 2011 hingga tahun 2013 lalu, realisasi investasi mengalami penurunan signifikan dari tahun sebelumnya. Yaitu penurunan sekira Rp1 miliar. Di 2012 juga menurun dari realisasi 2011, yaitu turun sekira Rp 300 juta. 2012 ke 2013 stagnan atau tidak bergerak.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Penanaman Modal Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Daerah (BPPT-PMD) Kota Bitung Christ Madoli SE MSi, apalagi menurut Madoli hingga bulan keempat semester II tahun 2014 ini posisi investasi masih di posisi Rp1,1 miliar. Hal ini terjadi karena, faktor yang mempengaruhi nilai investasi asing yaitu nilai tukar mata uang rupiah yang sering naik turun,” Sehingga kita menggunakan standar Rp 9 ribu per satu dollar. Kita takut pakai standar lebih mengingat kurs yang tidak stabil,” katanya.

Lanjut Madoli menjelaskan, wewenang SKPD-nya tidak sampai pada upaya lobi menaikkan atau mengajak berinvestasi. Melainkan hanya sebatas menghimpun data saja,” Tapi pemikiran saya, mungkin investor lebih memilih lokasi strategis. Sementara beberapa wilayah pantai kita sudah terisi. Ada yang kosong, tapi masuk hutan lindung di wilayah Timur, serta wilayah pelabuhan,” jelasnya.

Lanjut Madoli, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebenarnya menjadi magnet tersendiri untuk investasi asing, tapi infrastruktur belum memadai. Namun, kedepan, katanya, sudah ada tiga negara diperkirakan berinvestasi,” Ketiga Negara tersebut, masing-masing China, Australia dan Malaysia. Yang semakin pasti hingga saat ini adalah China,” katanya.

Sementara itu ditempat terpisah Personil LSM Pulau Daratan Darma Baginda menilai, penurunan realisasi investasi menjadi tantangan pemerintah ke depan. Karena dengan investasi asing menurun menunjukkan daya tarik Bitung di mata dunia,” Tentunya diharapkan dengan keberadaan KEK yang sudah ditetapkan pemerintah pusat akan mendorong investasi asing. Tinggal infrastruktur pendukungnya yang harus digenjot pemerintah,” katanya.

Dia juga meminta pemerintah memberikan kemudahan untuk investor asing, karena itu salah satu daya tarik,” Masyarakat juga perlu mengambil peran dengan menjaga stabilitas keamanan. Karena jika Bitung aman pasti akan membuat investor asing betah dan tertarik,” tandasnya.

Sekedar informasi, negara dengan investasi terbesar adalah Filipina dengan nilai Rp 136 miliar. Menyusul Taiwan dengan nilai Rp 64 miliar dan Jepang Rp 9 miliar.(tr1)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*