Minggu, 22 September 2019

Penetapan Tatib Bagaikan ‘Sinetron’ yang Dimainkan DPRD Manado

manado

Benny Parasan

MANADO, (manadoterkini.com) – Tarik menarik yang diperagakan anggota DPRD Manado dalam paripurna pengesahan Tata Tertib (Tatib) tak ubahnya sinetron yang diperankan para legislator tikala. Pasalnya, dalam paripurna penetapan tatip tadi malam, Selasa (11/11) sekitar Pukul 19.00 WITA, diwarnai intrupsi yang seharusnya dianggap tidak perlu.

“Ada hal yang harus digaris bawahi oleh anggota DPRD efisiensi waktu. Makanya ada hal yang tidak perlu diintrupsi hanya karena action sehingga dianggap vocal. Namun ada juga yang sebaliknya berkoar-koar namun kosong. Itu hanya menelanjangi diri sendiri,”ujar Terry Umboh kepada manadoterkini.

Makanya, Umboh menyarankan perlunya bimbingan teknis secara khusus dari internal partai mengodok kader yang duduk sebagai anggota DPRD. “Kader yang duduk di DPRD harus memiliki kualitas lebih jangan hanya karena tebal isi dompet saat kampanye. Memang tidak bisa dipungkiri wakil rakyat itu dibayar untuk berbicara alias mulu-mulu namun harus memiliki kualitas lebih diatas rata-rata,”sindir Umboh sembari menuturkan apa yang diperankan anggota DPRD Manado tak ubahnya dalam sinetron.

Menariknya, saat Benny Parasan selaku Ketua Tim perancang Tatip memaparkan hasil pembahasan langsung ditanggapi oleh sejumlah anggota Dewan yang mempersoalkan draf Tatip tersebut. “Saya melihat ada sejumlah usulan yang tidak dicantumkan dalam draf yang nantinya akan disahkan. Jadi, saya meminta apa yang menjadi usulan saat pembahasan beberapa waktu lalu, dilampirkan dalam Tatib itu,” ungkap Lily Binti, personil Fraksi Golkar ini.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar, Sonny Lela meminta agar paripurna di scorsing selama 1 jam untuk dilakukan penyelarasan terlebih dahulu. “Karena masih ada tarik menarik, baiknya saya usulkan discorsing 1 jam saja. Waktu itu digunakan untuk penyelarasan,” ungkap Lela.

Lain halnya Hengky Kawalo, personil Fraksi PDIP meminta agar jalannya paripurnas sesuai dengan agenda yang sudah ditentukan.“Pada pembahasan penyusunan Tatib, seluruh fraksi telah ada perwakilannya. Dan saya kira pembahasannya sudah selesai. Jadi, paripurna ini sudah tidak ada lagi penyelarasan,” tegas Kawalo.

Disela-sela perdebatan, pimpinan paripurna saat itu, Noortje Henny Van Bone selaku ketua DPRD Kota Manado, memberikan wewenang kepada Wakil Ketua Richard Sualang untuk mengatur jalannya paripurna tersebut.

Atas izin Ketua dewan dan anggota, Sualang mengambil alih palu sidang dan selanjutnya memberikan ketegasan agar ketua tim perancang Tatib melanjutkan pembacaan seluruh hasil pembahasan.“Seizin ketua dewan saya akan melanjutkan jalannya paripurna ini. Apakah ada yang keberatan?. Karena tidak ada, saya meminta ketua tim untuk menyelesaikan pembacaan Tatib, baru nantinya ditanggapi,” tegas Sualang.(*/ald)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*