Senin, 16 September 2019

Sandra dan Rio Mengelak, Proyek Jalan Airmadidi-Tondano Amburadul

AIRMADIDI, (manadoterkini.com) – Pelaksanaan proyek Jalan akses Airmadidi-Tondano terkesan amburadul. Pasalnya, sejumlah jalan yang baru dikerjakan 2014 mulai rusak baik yang ada di Sawangan maupun yang ada di Tonsea Lama.

Ketua LSM Lip Tipikor Husein Masloman menjelaskan, pelaksanaan proyek yang ada di akses jalan Airmadidi ke Tondano terkesan aburadul. Dimana pelaksanaan proyek perbaikan jalan yang dilakukan pada 2014 ini dengan lokasi yang berbeda kini mulai rusak keduanya.

“Kualitas pekerjaan pengaspalan jalan yang ada di Sulawesi Utara kian hari kian menurun, lihat saja jalan yang ada di Tonsea lama yang melintasi lokasi wisata goa jepang yang ada kini telah rusak meski pengerjaan baru dilakukan pada tahun ini, selain itu juga yang ada di ujung perkampungan desa sawangan, belum selesai di kerjakan kok suda rusak juga,”tuturnya.

Dikatakan Masloman, Pelaksanaan proyek yang ada di Sawangan selain jalannya yang mulai retak, ditambah juga drainasenya yang sudah ambruk meski pengerjaan baru dilakukan pada beberapa bulan kemarin ditambah juga pelaksanaan pembuatan marka jalan yang terkesan taksesuai bestek.

“Pelaksanaan proyek yang dikerjakan Satker Wilayah 4 ini memang terkesan amburadul, gimana tidak marka jalan seperti dikerjakan orang yang mabuk, drainase sudah mulai ambruk ditambah jalan sudah berlobang-lobang, ini tergambar bahwa tak adanya pengawasan dari Balai Pembangunan Jalan Dan Jembatan Nasional (BPJN) II Wilayah Sulawesi Utara – Gorontalo,”tuturnya.

Lanjut, selain khusus yang ada di tonsea lama sendiri sekarang sudah rusak.”Gimana baru di aspal sudah rusak ditambah ketemabalannya masi di pertanykan, sesuai informasi jalan tersebut sudah di PHO oleh pelaksana,”ungkapnya.

Saat dikonfirmasi wartawan pihak PPK baik BPJN maupun Dinas PU Provinsi keduanya mengelak bahwa proyek tersebut bukan milik mereka. Bahkan mereka selalu mengelak, meski papang tersebut benar-benar terpampang proyek tersebut milik BPJN dan Dinas PU Provinsi Sulut.

“Proyek yang ada di Airmadidi-Tondano selain saya (red, Sandra Lengkong) juga ada bapak Rio, jadi itu bukan punya saya tannya kan ke bapak Rio,”tutur Sandra Lengkong PPK BPJN II Suluttenggo, saat di wawancarai fia hand phone.

Lanjut Lengkong, untuk saat ini dirinya bekerja di Dinas PU Provinsi sudah tidak Lagi bekerja di BPJN.”Saya sudah menangani APBD sudah tidak lagi APBN,”imbuh.

Disisilain, hal serupa juga dinyatakan Rio fia hand phone.”Cobatanya ke ibuk sandra mungkin itu proyek ibu sandra,”tandasnya.

Disisilain sesuai dengan pembagian pelaksanaan proyek jalan, untuk jalan Airmadidi-Tondano, masuk ke lokasi pekerjaan BPJN II Sulut Tenggo, namun hingga saat ini Kepala BPJN II Sulut Tenggo sulit untuk di temui pasalnya selalu sibuk di kantor bahkan humas pun tak memberikan pernyataan terkait masalah tersebut.(fen)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*