Senin, 16 September 2019

Masyarakat Sadar Gempa Perlu Disosialisasikan

Dari Diskusi Ilmiah Fatek Unsrat Pasca Gempa

manao

Peter Assa Ph.D

MANADO, (manadoterkini.com) – Masyarakat di Kota Manado dan Sulut pada umumnya perlu mendalami penanganan bencana alam. Seperti halnya tanggap pada saat bencana gempa bumi datang. “Protap international jika terjadi gempa bumi, dan berada di gedung bertingkat adalah bertedu dibawah kolong meja atau mendekat pada tiang-tiang induk bangunan. Selain itu berada di luar gedung atau ruang terbuka,”kata Kepala Bappeda Manado Dr Bartje Assa MT kepada wartawan usai mengikuti diskusi ilmiah pasca gempa bumi di fakultas Teknik Unsrat Manado, Rabu (19/11).

Dimana tema dalam diskusi ilmiah tersebut Membangun Masyarakat Sadar Bencana, Pasca Gempa di Sulawesi Utara. Selaku Ketua Panitia pelaksana, Dr. Fabian Manoppo menyampaikan maksud dilaksanakannya diskusi ilmiah tersebut agar hasilnya dipublikasikan ke masyarakat Sulut.

‘’Kita menghadirkan instansi terkait, para ahli dan aktivis lingkungan serta juga pegiat bencana seperti Badan SAR, bertujuan agar diskusi ilmiah yang digelar Fakultas Teknik Unsrat bersama pemerintah Kota Manado, melalui Bappeda Kota Manado dapat menghasilkan rekomendasi untuk disosialisasikan pada masyarakat. Sebab pengalaman hari ini, ketika bencana alam, banyak warga kita panik, dan menyebabkan juga korban yang merugikan masyarakat Sulawesi Utara,’’ ujar Fabian.

Kegiatan diskusi ilmiah yang dibuka langsung Dekan Fakultas Teknik Unsrat, Prof. Dr. Ir, Jeffry Kindangen itu juga memberikan kesempatan pada Dr. Peter Bartje Assa, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota Manado untuk memberikan pemaparan terkait perencanaan dan apa yang dilakukan pemerintah Kota Manado saat menghadapi dan setelah bencana alam.

‘’Perencanaan menyangkut penanganan bencana, maupun pasca bencana itu membutuhkan parameter yang jelas, dimana kajiannya harus dari berbagai ilmu pengetahuan. Termasuk didalamnya berkaitan dengan bagaimana peran pemerintah dalam menginformasikan hal-hal yang terjadi pada masyarakat, bagaimana juga pemerintah Kota Manado melakukan koordinasi dengan BMKG, Badan SAR, Badan Penanggulangan Benacana, kemudian dengan masyarakat. Pemkot memiliki strategi penanganan untuk itu. Bagaimana kita memahami resiko bencana, edukasi pada masyarakat, koordinasi sebelum dan sesudah bencana juga sangatlah penting,’’ ucap Assa dihadapan para pakar lingkungan se-Sulawesi Utara.

Diskusi yang dilaksanakan diruang Sidang Fakultas Teknik Unsrat ini ikut hadir dalam acara tersebut, Dekan Fakultas Teknik Unsrat, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Manado, Dr. Peter Bartje Assa, Badan Sar Nasional, Badan Pananggulangan Bencana Daerah Sulawesi Utara, Dr. Hendra Leo Gilang, Pakar Konstruksi, BMKG Sulawesi Utara, bersama para ahli bencana alam lainnya, serta aktivis dan LSM lingkungan.(*/ald)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*