Senin, 16 September 2019

Sabangi Humas Pemkot Manado, Ketua PLM Tegaskan Oknum Lurah Potong Dana Duka

MANADO, (manadoterkini.com) -Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Taas, Jhon Mogonta, Kamis (20/11), menyambangi langsung kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di ruangan Humas dan Protokol Pemkot.

Tujuan Ketua LPM Mogonta tersebut, guna memberitahukan kalau perbuatan oknum Lurah di Kelurahan Taas, Kecamatan Tikala, memang benar melakukan penyunatan dana santunan duka. Dimana informasi tersebut didapatnya langsung dari ahli waris penerima dana duka dari Almarhum Benny Manongko.

Menurut Mogonta, pemberitaan Lurah Kelurahan Taas yang berinisial E.R (Elvis) di salah satu media local di Manado edisi hari ini tidak diterimanya. Karena dalam pemberitaan tersebut menganggap informasi yang didapatnya langsung, dari ahli waris penerima dana duka telah direkayasa alias tidak benar.

“Saya terus terang tidak menerima dengan klarifikasi pemberitaan dari Lurah Elvis. Dana duka benar dipotongnya. Sedangkan dalam pemberitaan Lurah membanta kalau tidak benar dirinya memotong santunan duka yang akan diberikan kepada Alex (AT) sebagai ahli waris, dan dalam pemberitaan tersebut seakan-akan saya sengaja merekayasa informasi tersebut,” urai Mogonta kepada Wartawan serta beberapa pegawai Humas Pemkot Manado.

Dijelaskannya, Ahli waris penerima santunan duka, Alex Tumuyu dan Pala beserta dengan seorang Aparat TNI, yang tinggal di rumah Ahli waris Alex tersebut ke rumah saya dan menceritakan kejadian tersebut. Dikatakan Mogonta, Alex menceritakan kalau Lurah Elvis mengatakan Alex sebagai ahli waris penerima dana duka sudah tidak bisa menerimanya, namun Lurah mengatakan pihaknya telah mengatakan kepada Camat kalau yang meninggal tersebut adalah benar warganya di Kelurahan yang dipimpinnya.

“Sebenarnya ngana so nda mo trima ini dana duka, mar kita sobilang pa atasan kalau ngana kita pe warga. Jadi berapa ngana mo kase pakita Lurah bilang begitu ke Alex. Karena malu Alex langsung bilang Dua Ratus Ribu jo, alangkah kaget saat buka amplop uang santunan duka seharusnya Rp 2,5 Juta ternyata tinggal Rp 2,3 Juta, Lurah so potong lebeh dulu rupanya,” ucap Mogonta menirukan seperti yang dikatakan Alex Ahli Waris Penerima santunan duka itu.

Ditambahkannya padahal Program Pemerintah Kota (Pemkot) Manado untuk memberikan dana santunan duka bagi setiap warga Manado yang meninggal dunia, guna meringankan beban keluarga dalam membiayai pemakaman jenasah sejumlah Rp 2,5 Juta tidak boleh dipotong sepeserpun. Tetapi perbuatan Lurah ini sangat keterlaluan, berani sekali memotong dana santunan duka. Dari informasi yang didapat juga dari Pala bahwa uang tersebut yang dipotong sejumlah Rp 200 Ribu sudah dikembalikan melalui orang lain, meminta Alex sebagai ahli waris untuk menandatangani surat pernyataan seakan-akan tidak pernah terjadi kejadian tersebut namun pernyataan tersebut tidak ditanda tangani.

“Ini perbuatan yang tidak bisa ditiru dana santunan duka saja di potong apalagi bantuan yang lain, memang telah banyak dikeluhkan masyarakat Lurah itu. Ini kemungkinan sudah sering dilakukan Lurah, tapi masyarakat takut melaporkannya,”tutupnya (*/ald)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*