Rabu, 18 September 2019

Pasca Kanaikan Tarif, Wawali Manado Serap Aspirasi Warga di Mikrolet

MANADO, (manadoterkini.com) – Guna menelusuri laporan warga pasca diumumkannya tarif angkutan umum baru, Wawali Harley AB Mangindaan, turun langsung serap aspirasi di angkot.

Wawali yang juga Ketua Forum Lalu Lintas Kota Manado, melakukan survey di tiga jalur berbeda, Kamis (20/11).

Dimana dua hal yang dimaksud Wawali untuk turun langsung melakukan survey, Pertama menyerap keluhan tarif baru dan kedua tarif angkot tak sesuai SK Walikota. “Intinya saya ingin mengetahui secara langsung keluhan warga soal tarif sesuai perwako, atau tidak. Termasuk tarif yang tidak sesuai perwako yang kabarnya dilakukan oknum sopir,” jelasnya kepada wartawan.

Warga menuturkan tidak keberatan dinaikan asalkan pelayanan dari segi transportasi dapat ditingkatkan.

“Kami tidak keberatan dengan naiknya tarif. Tapi tolong agar sopir yang memaksa penumpang membayar Rp4 ribu bisa ditindak tegas,” ujar Netty, warga Paal Dua.

“Asalkan pelayanan ke masyarakat bisa ditingkatkan dari segi transportasi,” ungkap Sherly, warga Karombasan.

Selain itu Wawali minta tolong kepada para sopir untuk tertib berlalu lintas. Jangan parkir sembarangan, agar tidak jadi simpul kemacetan yang baru. Begitu juga tempat sampai baiknya disiapkan agar tidak ada penumpang yang membuang sampah dari dalam kendaraan,” himbau Wawali.

Mangindaan pun sempat meminta tanggapan enam siswa SMP Negeri 1 Manado. Dari wawancara tersebut, mereka mengatakan, tarif untuk pelajar dan mahasiswa masih terhitung mahal. “Tolong diperhatikan hal ini pak wawali,” ungkap Ridho, salah satu siswa.

Terkait keluhan warga, dia berjanji akan menseriusi setiap keluhan dan masukan para penumpang tersebut. Di sisi lain, dia meminta para sopir angkot agar tetap tunduk pada aturan yang berlaku. “Jangan tambah ongkos atau tarif angkot. Ikuti apa yang telah ditetapkan sesuai dengan Perwako,” tambahnya. (*/tim)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*