Kamis, 12 Desember 2019

Tiga Fraksi di DPRD Manado Setenga Hati Berjuang untuk Kepentingan Rakyat

manado

Personil DPRD Manado

MANADO, (manadoterkini.com) – Tahun anggaran 2014 dipastikan sudah begitu mepet sementera APBD Perubahan di Kota Manado belum diketuk. Padahal tahapan pembahasan telah dilakukan oleh DPRD Manado dengan pihak Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Manado.

Ironisnya, Kamis barusan tigas fraksi di DPRD Manado tidak hadir sehingga berdampak tidak korum sehingga rapat paripurna tersebut ditunda dan rencana pada malam hari ini kembali diparipurnakan.

Akibat dari belum diketuknya APBD Perubahan, program pro rakyat seperti bantuan bencana bagi korban banjir lalu belum bisa terlaksana. Jelas saja ini sangat memiriskan manakalah Pemkot Manado begitu all out kemudian wakil rakyat hanya mementingkan kepentingan diri sendiri dan kelompok.

Faktanya tiga fraksi di DPRD Manado seakan ada skenario menghambat akan APBD Perubahan tersebut. Spekulasi publik kini beredar diduga ada unsur kesegajaan untuk memboikot penetapan APBD-P 2014.

“Padahal untuk pembahasan dan penyelarasan APBD-P 2014 telah digenjot, karena mengingat waktu dan ada banyak kepentingan masyarakat dalam APBDP tersebut. Giliran mau Paripurna penetapan malah mereka tidak hadir,” sesal Ketua Fraksi Demokrat, Deasy Yolanda Roring saat dikonfirmasi wartawan terkait penundaan Paripurna Penetapan APBD-P pada rapat penyelarasan dengan SPKD Pemkot Manado.

Roring mengatakan, pada dasarnya cukup memahami sikap politik mereka, tetapi kepentingan masyarakat seharusnya diutamakan. “Seharusnya kalau telah di-paripurna-kan APBD-P tersebut, sudah bisa diajukan ke Pemprov Sulut untuk dikonsultasi. Saya juga tidak tahu alasan mereka masing-masing. Kalau terkait dengan jadwal pelaksanaan, itukan relatif, karena lebih cepatkan lebih bagus diparipurnakan agar sudah bisa dikonsultasikan di Pemprov Sulut,” urainya.

Roring juga menepis ketika disinggung soal isu adanya anggota Fraksi Demokrat yang melakukan aksi walk out pada agenda rapat itu. Menurut dia, Fraksi Demokrat tetap utuh dan hadir dalam Paripurna. “Partai Demokrat lengkap, Anggota Dewannya satu komando. Tidak ada yang walk out atau sengaja membatalkan. Begitu juga dengan Fraksi PDI Perjuangan dan Hanura, mereka hadir lengkap. Sayangnya Fraksi Golkar, Gerindra dan PAN mereka tidak hadir sehingga Paripurna tidak digelar karena tidak korum,” jelas Roring.

Sementara itu, kondisi ini menimbulkan kecaman dari sejumlah elemen masyarakat. Tak heran mereka mengingatkan kepada tiga fraksi tersebut agar jangan main-main dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. “Kami sangat menyesalkan dengan ketidakhadiran tiga fraksi dalam rapat tersebut. Dengan ketidakhadiran mereka, maka menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka tidak jelas dalam memperjuangkan hak-hak rakyat,” tegas salah seorang tokoh pemuda di Manado Utara, Tommy Sumelung SH.

Pun menurut Sumelung, kalau seandainya ada indikasi kepentingan politik golongan dikedepankan daripada kepentingan seluruh rakyat Manado, maka jangan heran jika dalam waktu dekat kantor DPRD Kota Manado bakal diduduki rakyat. “Saya mencium ada aroma memboikot rapat itu. Dan saya siap memimpin rakyat untuk menduduki kantor DPRD jika ada indikasi mereka mau menghambat APBD P berisi program-program pro rakyat yang digulir Walikota Manado,” tandasnya.

Diketahui, agenda Rapat Paripurna tersebut telah dihadiri oleh Walikota Manado ,Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL) walapun belum memasuki ruang rapat, serta jajaran SKPD Pemkot, dan akhirnya semuanya balik kanan alias bubar pada pukul 24.00 Wita, Kamis (20/11) malam, karena paripurna batal dilaksanakan.(ald)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*