Rabu, 18 September 2019

3 Aleg Hanura Boltim Terlibat Dalam Konflik Internal

TUTUYAN, (manadoterkini.com) – Tak sadar akan di PAW (Pergantian Antar Waktu) ketiga oknum anggota legislatif (Aleg) Partai Hati Nurani (Hanura) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus saling sikut. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Boltim Candra Modeong menyesali akan konflik internal ini. “Mereka tidak sadar konflik ini sengaja diciptakan untuk melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) kepada ketiganya, ini skenario yang sengaja di ciptakan,” ujar Candra, Minggu (23/11) kepada manadoterkini.

Kata Candra, usai pemilihan legislatif (Pileg) 2014 dimana Sekretaris Max Tundo dan Noor Asief merancang sebuah skenario lewat sebuah surat mosi tidak percaya kepadanya akan tetapi hal ini tidak berhasil karena DPC sangat kuat memproteksi gerakan itu. “Max itu ada kepentingan Leni masuk di DPRD menggantikan Maryam dan Noor Asief berkepentingan menggantikan Saptono, sementara Soon berambisi menggulingkan Umar Mokoapa,” jelasnya.

Konflik internal ini mereka ciptakan menggunakan tangan Idham Mokodompit baru bisa sukses.”Idham pun tidak sadar apa yang dilakukannya,” tambah Candra.

Untuk penonaktifan yang dilakukan oleh Ketua DPD Hanura Sulut, Candra menilai itu tidak sesuai mekanisme, kerana harus di plenokan ditingkat provinsi. “Itu tidak sesuai mekanisme, ada yang mencoba menggembosi ketua DPD,” nilainya.

Saat ini kata Candra, hampir 75 persen pengurus DPC, PAC, Badan Otonom dan Sayap Partai berpihak kepadanya, sehingga upaya penggulingan ini pihaknya tidak terganggu sama sekali.”Hanya 11 orang pengurus baru ngaku-ngaku mayoritas, emang ni partai cuman mereka yang bekerja,” sindir Candra.

Candra juga menjelaskan bahwa pasca penonaktifan dirinya oleh ketua DPD secara sepihak, Ketua DPD telah ditegur oleh DPP. “Sms Korwil Sulluttenggo, sampaikan ke ketua DPD bahwa tidak ada penggantian ketua DPC sampai pelaksanaan Muscab,” pungkasnya.(ojr)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*