Rabu, 18 September 2019

Harga Cabai Naik Bukan Disebabkan BBM Tapi Gagal Panen

manado

budidaya rica rawit

MANADO, (manadoterkini.com) – Naiknya harga rica atau cabai bukan disebabkan karena Bahan Bakar Minyak (BBM), tapi beberapa tempat yang menjadi produsen gagal panen. Menurut Ketua Lembaga Pemberdayaan Pedagang Mandiri (LP2M) Kota Manado, Noho Poiyo kenaikan harga Rica dipasar tidak memiliki korelasi dengan kenaikan harga BBM. ”Harga Rica naik bukan karena ada kaitan dengan kenaikan BBM tapi memang di beberapa daerah tempat rica lagi kosong artinya gagal panen. Seperti di Kotamobagu, Bitung, Gorontalo sehingga harga jadi melonjak naik. Adapun Rica yang ada saat ini hanyalah berasal dari Palu (Sulteng) dan Surabaya, Mataram juga Makassar,” ucap Poiyo.

Pihaknya juga meminta pemerintah Kota Manado untuk menawarkan solusi atas mahalnya Rica saat ini. Lanjut Noho perlunya pemerintah Sulawesi Utara mencari tempat bibit Rica untuk kemudian diberdayakan agar stok Rica di daerah ini tidak bergantung dengan daerah lainnya. ”Pemerintah cari tempat di daera perlu menawarkan solusi pada para pedagang, di sini banyak potensi untuk daerah penanaman bibit rica agar Sulut tidak mengharapkan Rica dari berbagai daerah lain karena itu juga salah satu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani,” ujar Poiyo.

Kepala Bank Indonesia perwakilan Sulut Luctor Tapiheru juga mengakui kenaikan harga rica sudah terjadi beberapa pekan terkakhir sebelum adanya kenaikan BBM. “Untuk rica sudah terjadi kenaikan jauh sebelum kenaikan harga BBM,”akunya.

Dilain pihak Kabupaten Minahasa yang belakangan mulai dilirik Bank Indonesia sebagai tempat penghasil rica yang baru belum  mempu memenuhi kebutuhan di Sulut. “Di Minahasa belum lama ini telah mengesport rica kriting ke luar daerah. Alangkah baiknya juga bukan hanya rica keriting yang dibudidayakan tapi juga rawit,”tutur Widdy Rorimpandey SPt MPd kepada manadoterkini.com.

Dia pun menambahkan Minahasa Selatan tempatnya di wilayah Kumelembuai dan Motoling Timur beberapa bulan terakhir sempat menjadi gudang rica namun tidak ditindaklanjut instansi teknis yakni Dinas Pertanian. “Banyak petani yang sempat membudidayakan tanaman rica rawit namun tidak ada perhatian pemerintah,”tuturnya.(ald)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*