Rabu, 1 April 2020

Rawan Bencana, Penebangan Pohon Secara Liar Sejumlah Hutan di Mitra Merajalela

RATAHAN, (manadoterkini.com) – Ulah sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab dengan cara melakukan penebangan pohon secara liar atau sembarangan disejumlah hutan yang ada di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) terus saja terjadi. Bahkan hal tersebut bisa menyebabkan sejumlah daerah di Kabupaten Mitra rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Menurut salah satu pemerhati Kabupaten Mitra Ronald Sahelangi, kawasan hutan semakin tipis, akibat pembalakan liar yang merajalela. Contohnya, kawasan hutan gunung Manimporok, yang kini dalam kondisi kritis. Sebab pohon-pohon kayu di kawasan hutan lindung tersebut semakin memprihatinkan karena banyak yang ditebang tanpa peduli terhadap kondisi lingkungan,’ Memang kondisi hutan lindung Manimporok saat ini memiriskan, hal ini disebabkan dari pembalakan liar,” ujarnya.

Dia mengisahkan serangkaian bencana yang terjadi di Kabupaten Mitra, seperti tahun 2007,   lebih diakibatkan guyuran hujan lebat. Rentetan peristiwa bencana itu, bahkan terulang meskipun hanya bersakala kecil, yakni pada tahun 2013 silam. Namun bencana banjir dan tanah longsor saat itu, sampai memakan korban,’ Sangat jelas peristiwa memilukan ini, terjadi akibat ilegal loging yang selalu lolos dari incaran petugas. Kalau seperti ini terus, dapat dipastikan sejumlah wilayah di Kabupaten ini akan diperhadapkan dengan bencana yang lebih besar lagi,” ujarnya. Sahelangi pun berharap pemerintah menindak tegas serta pemberlakukan sanksi hukum supaya ada efek jera terhadap pelaku pembalakan liar.

Sementara iu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mitra, Sonny Wenas, saat dikonfirmasi tak menampik hal tersebut. Dia pun mengatakan sejauh ini untuk upaya penyelamatan lingkungan, pihaknya melakukan penanaman pohon di kawasan hutan Manimporok. “Kami sudah melakukan upaya penyelematan hutan kritis, terutama penyelamatan mata air,” ujarnya.

Dirinya juga memastikan akan melakukan sanksi tegas terhadap pelaku pembalakan liar. “Kami saat ini mulai ketat melakukan pengawasan terkait hasil hutan, dan mendirikan pos, yang dijaga selama dua puluh empat jam,” tutupnya.(tr2)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*