Kamis, 9 April 2020

Curah Hujan Meningkat, Bupati Minsel Minta Warga Waspada Bencana

AMURANG, (manadoterkini.com)-Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu SE berharap bersamaan dengan datangnya musim hujan, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana seperti tanah longsor, banjir lebih meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, musibah bencana tersebut, mungkin saja bisa terjadi di daerah ini karena daerah Minsel merupakan salah satu daerah yang rawan bencana alam, terutama bencana banjir, longsor, abrasi, gelombang laut dan angin puting beliung yang sering terjadi. Bencana tersebut sudah sangat merugikan masyarakat, pemerintah dan pembangunan daerah.

Tingginya curah hujan juga dapat mengundang longsor yang dapat mengancam keselamatan jiwa, terutama bagi masyarakat yang bermukim dekat dengan daerah kaki perbukitan, sesuai topografi daerah kemungkinan musibah tanpa diduga bisa saja terjadi.

Dengan kondisi cuaca yang ekstrim, tentunya masyarakat tidak terlena dan pasrah saja akan keadaan, namun perlu berusaha bila ada tanda-tanda bahaya untuk dapat menghindar ke daerah yang aman agar tidak terjebak akan bahaya yang merugikan.

Beberapa titik rawan longsor di Minsel antara lain, di Kecamatan Tumpaan, Suluun Tareran (Sultra), Motoling raya, Ranoyapo, Tompasobaru, Maesaan, dan Modoinding.

Sedangkan musibah rawan banjir yang sering terjadi hampir pada berada setiap kecamatan Amurang Raya tepatnya dipesisir pantai, Tenga, dan Sinonsayang. Namun daerah yang terparah yaitu kecamatan Amurang, Tumpaan, dan Sinonsayang karena daerah ini dilintasi oleh tiga buah sungai besar yaitu, Sungai Ranoyapo, Poigar, dan sungai Lelema,” ujarnya.

“Saya sudah perintahkan kepada seluruh instansi terkait agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Bagaimana pun juga sebagian besar wilayah Minsel rawan bencana, baik longsor maupun banjir,” tuturnya.

Untuk memudahkan koordinasi, ia menambahkan sebaiknya camat dan pimpinan yang ada di wilayah tersebut juga lebih banyak menyerap infromasi tentang kondisi yang ada di lingkungannya.

Dengan demikian apabila sewaktu-waktu terjadi bencana, tutur Engkon, lebih mudah penanganannya.

” Saya kira sebaiknya Camat lebih banyak di daerah. Serap sebanyak mungkin infromasi tentang kondisi wilayah, dengan demikian dapat segera megambil tindakan,” tandasnya.(dav)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*