Rabu, 1 April 2020

Domisili Kepala SKPD, Camat dan KaPus di Minsel Harus Dipertegas

AMURANG, (manadoterkini.com) – Kewajiban agar para Pejabat baik Kepala SKPD, Camat, dan Kepala Puskesmas (KaPus) untuk tinggal atau berdomisili di wilayah pemerintahan dan pelayanan masing-masing diminta agar dapat dipertegas lagi. Pasalnya, masih ada Kepala SKPD dikabarkan masih banyak yang tinggal diluar Minsel, bahkan Camat dan KaPus tinggalnya bukan di wilayah pemerintahan dan pelayanannya mereka.

“Bupati telah menegaskan bahwa yang namanya Pejabat (Kepala SKPD-red) harus tinggal di Minsel. Begitu juga Camat dan KaPus harus berdomisili atau tinggal di wilayah pemerintahan yang ia pimpin yakni di kecamatannya. Sementara masih ada yang belum mengikuti instruksi ini,” kata Tonny Lumenta SH.

Menurut Lumenta, instruksi Bupati supaya Camat tinggal berdomisili di wilayah pemerintahannya merupakan hal positif yang patut mendapat dukungan. “Ini supaya para Camat cepat mengetahui persoalan di tengah masyarakat,” terangnya.

Selain itu, kata Kepala SKPD, dengan berdomisili atau tinggal di Minsel, maka akan cepat menyikapi berbagai pelayanan di mana Kepala SKPD tersebut memimpin. “Bagaimana tahu persoalan di SKPD yang dia pimpin berjalan bagus kalau dia sendiri, sering terlambat masuk kantor akibat tak tinggal di Minsel. Dan juga dengan tinggal di Minsel, Kepala SKPD akan lebih gampang, dengan artian apa yang dibutuhkan seperti tanda tangan berkas dan lain-lain bisa cepat selesai dan tidak terabaikan, ” urainya.

Lanjut Lumenta, keharusan untuk tinggal atau berdomisili di wilayah pelayanannya juga wajib diterapkan kepada setiap KaPus. “Ini tak kalah penting juga karena menyangkut pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Karena ada yang membutuhkan penanganan segera tetapi akan menemui kesulitan dan membutuhkan waktu lama karena dokternya tidak berdomisili di wilayah itu. Ini lebih celaka juga,” tegasnya.

Karena itu, Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE, mempertegas soal kewajiban tempat tinggal atau berdomisili bagi para Kepala SKPD, Camat, dan KaPus di wilayah yang menjadi tempat ia melayani dan mengabdi.

“Karena kami melihat masih ada yang tidak tinggal di wilayah pemerintahan atau pelayanannya. Jangan sampai apa yang sudah diinstruksikan Bupati kemudian mentah dan akhirnya juga menghambat pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.(dav)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*