Kamis, 9 April 2020

Dana Pansimas Berbanderol 220 Juta Untuk Desa Sodaken Dipertanyakan

TATAPAAN, (manadoterkini.com)-Tahun anggaran 2014 akan segera berakhir. Namun sangat disayangkan sejumlah proyek yang seharusnya sudah rampung, malah masih ada yang belum dikerjakan alias nol persen, akibat dana belum direalisasi. Seperti halnya proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pansimas red) di Desa Sondaken Kecamatan Tatapaan.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu pemerintah pusat mengucurkan anggaran kurang lebih Rp 2,2 miliar, yang diperuntukkan kepada 10 desa di Minsel. Tiap desa mendapat kucuran dana sebesar Rp 220 juta. Namun sampai minggu kedua bulan Desember, dana Pansimas Desa Sondaken tidak kunjung direalisasi.

Menurut sumber yang minta namanya jangan ditulis mengungkapkan, dirinya cukup bingung. Pasalnya, dari 10 desa yang menerima dana Pansimas, tinggal Desa Sondaken yang belum direalisasi. “Wajar sebagai tokoh masyarakat, kami mempertanyakan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Minsel Rommy Pondaag SH MH angkat suara. Menurutnya, Dinas PU harus bisa merealisasi secepatnya dana Pansimas Desa Sondaken. “Dana ini sudah ada di kas daerah dan diperuntukan kepada desa-desa yang membutuhkan penyediaan air bersih, seperti halnya Sondaken. Bila tidak direalisasi atau sengaja ditahan, ini akan berdampak pada proses hukum. Oleh sebab itu, tidak ada alasan untuk menahan dana Pansimas,” tegas Pondaag.

Demikian dikatakan oleh Wakil Ketua DPD Anti Korupsi Garda Sulut Sonny Nayoan SH, menurutnya dana Pansimas harus diberikan kepada desa yang membutuhkan. Karena bila tertahan, ini sama saja menghambat berbagai program Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE.(dav)

Grafis 10 Desa Penerima Pansimas :

Desa Maliku Satu

Desa Tumpaan Dua

Desa Lopana Satu

Desa Pinaesaan

Desa Temboan

Desa Pakuure Kinamang

Desa Ongkaw Satu

Desa Tawaang Barat

Desa Kapoya,

Desa Sondaken

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*