Rabu, 1 April 2020

Akibat Kelalaian Guru Sertifikasi di Manado Berdampak pada Keterlambatan Pembayaran

Walikota GS lumentuMANADO, (manadoterkini.com) – Aksi demo Umar Bakrei alias Guru di Kota Manado belum lama ini, yang menuntut pembayaran dana sertifikasi guru akhirnya ditanggapi serius Walikota Manado, DR GS Vicky Lumentut. Menurut GSVL, semuanya itu terjadi akibat ketidak-tahuan sejumlah oknum guru tersebut.

Dijelaskan Walikota Lumentut, tidak ada di benak pihak Pemkot Manado apalagi dirinya untuk menahan-nahan apalagi tak menyalurkan dana sertifikasi hak guru tersebut. Semuanya itu jelas sesuai aturan dan ketentuan yang ada, dimana, pemerintah pusat yakni Kementrian Pendidikan baru akan merekomendasikan pembayaran setelah semua persyaratan yang diminta ke pihak guru itu sendiri dilengkapi oleh guru bersangkutan. Seperti halnya kelengkapan berkas baik itu kelebihan jam mengajar, maupun kredit point yang diatur dalam pembayaran sertifikasi tersebut. Dan berdasarkan informasi dan laporan yang ada, untuk dana sertifikasi sejak tahun 2012 yang merupakan carry over pemerintah pusat dan sertifikasi tahun 2014 ini. “Masih banyak guru di Kota Manado, yang mungkin lalai atau tidak tahu mengisi sendiri laporan yang diminta pihak pemerintah pusat baik melalui berkas tertulis lewat kantor pos maupun data email jaringan internet yang disiapkan pemerintah pusat itu sendiri,”ungkap Walikota.

Menurut GSVL panggilan akrab suami tercinta mantan Dekan Teknik Unima, Ny Prof Juleyta P.A Runtuwene ini, dana sertifikasi guru itu tetap ada di kas Pemkot Manado. “Tidak satu senpun dipakai, apalagi berniat untuk membungakan dana sertifikasi itu,”tegas Lumentut.

Lanjutnya, semua saat ini penuh transparan, karena baik BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) maupun aparat berwajib di daerah ini, tidak ada satupun penyimpangan yang tak diketahui mereka. “Dana sertifikasi guru itu masih ada di kas Pemkot Manado saat ini. Torang Pemkot Manado atau kita Walikota nyanda berani kasiang mau pake sepersenpun uang itu. Semua so transparan, BPK dan aparat berwajib so sangat teliti mencari kesalahan yang ada,” ungkap GSVL mengaku menyesal dengan aksi demo guru tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya ingin meluruskan tudingan maupun fitnah yang belakangan ini ditujukan bagi pihak Pemkot Manado khususnya dirinya sebagai Walikota. Tidak benar jika dana sertifikasi guru, ditahan-tahan pihaknya karena ingin mencari keuntungan yakni mendapat bunga bank untuk persiapan moment Pilkada tahun 2015 nanti. “Semua tudingan dan fitnahan dana sertifikasi guru itu sangat kejam, tapi tak mengapa. Semua itu saya anggap sebagai bumbu penyedap, untuk memperkuat iman di jelang Natal. Dan semuanya itu saya telah maafkan, karena mungkin mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Jadi marilah kembali ke jalan yang benar, agar kita bisa memaknai Natal kali ini dengan sukacita yakni Damai Sejahtera,” beber GSVL usai merayakan Natal bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Manado kemarin.

Ditempat terpisah, Kadis Diknas Kota Manado, Dra Corry Tendean menyatakan bahwa, pihaknya saat ini telah melakukan permohonan ke pihak Bank untuk secepatnya melakukan pembayaran dana sertifikasi guru tersebut. Menurutnya, keterlambatan pembayaran dana sertifikasi guru itu dikarenakan juga para guru tidak lengkap memasukan berkas SKTP (Surat Keputusan Tunjangan Profesi) yang pada akhirnya jadi carry over pemerintah pusat. Dimana, sejak tahun 2012 sedikitnya ada 1.175 guru yang akan menerima dana sertifikasi. Dan semoga tidak lama lagi, mudah-mudahan di minggu ini akan segera di salurkan. “Saat ini Diknas Manado telah melayangkan permohonan ke bank, mudah-mudahan tak lama lagi akan langsung disalurkan dana sertifikasi guru tersebut. Dan semoga, jika telah menerima. Para Guru akan meningkatkan pelayanan pendidikan, bukan hanya jago tuntut hak tapi harus juga bertanggung-jawab mengajar kepada anak didik,” ketus Kadis Corry seraya mengaku setelah ditelusuri aksi demo guru lalu, mereka-mereka itu termasuk guru yang Frokel alias hanya jago menuntut hak dari pada tanggung-jawab mengajar.(ald)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*