Kamis, 9 April 2020

Manado Terbanyak Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional 2014

manado

Sembilan Kepala Sekolah di Manado sambut penghargaan Adiwiyata Nasional 2014

MANADO, (manadoterkini.com) –Fokus mengawal Rancangan Anggaran Peraturan Daerah (RAPBD) 2015, membuat Walikota GS Vicky Lumentut, tidak bisa menerima secara langsung penghargaan Adiwiyata Nasional di Jakarta. Padahal, Manado menjadi sekolah terbanyak mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional 2014.

Informasi sebelumnya, jauh hari Walikota GSVL sudah memastikan akan memenuhi undangan tersebut, temasuk penghargaan lainnya yakni PKH Award di Jambi yang diwakili Kadis Sosial Frans Mawitjere.

Tetap komitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak, Walikota GSVL belakangan terus mengawal RAPBD serta Penyaluran Bantuan Bencana. Tak ayal, penghargaan Adiwiyata 2014 kepada sejumlah sekolah di Manado oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pendidikan Dasar, hanya diwakilkan kepada Wakil Walikota Harley Mangindaan.

Seperti diketahui Adiwiyata yang merupakan satu bentuk kegiatan dalam rangka pengembangan pendidikan di bidang lingkungan hidup. Program Adiwiyata ini dikembangkan secara berjenjang mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Propinsi, Nasional dan Mandiri.

Walikota GSVL sendiri saat menerima Adipura 2014, telah menginstruksikan Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Dinas Pendidikan (Diknas) bisa mengikutsertakan sejumlah sekolah dalam program Adiwiyata.

Penghargaan Adiwiyata Mandiri merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap lingkungan. “Kita akan terus mendorong agar perhatian pihak sekolah terhadap lingkungan terus diwujudkan. Tidak hanya sekolah yang meraih penghargaan Adiwiyata, namun semua,”kata Walikota GSVL.

Lanjut dikatakan Walikota GSVL, kebersihan lingkungan menjadi tugas bersama seluruh warga. “Jadi bukan hanya tugas pemerintah menjaga kebersihan lingkungan. Untuk itu pola hidup menjaga lingkungan itu harus dimulai sejak dini. Dan itu berada di sekolah dan keluarga,”tutur Lumentut.

Wawali Harley Mangindaan, yang mengutip sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Dasar, masalah lingkungan hidup bukan hanya tugas pemerintah. “Masalah kebersihan dan juga banjir merupakan tanggung jawab kita semua. Bukan hanya pemerintah tapi juga kita sebagai masyarakat yang perduli lingkungan,”ujar Wawali.

Diketahui hadir juga menerima penghargaan Adiwiyata tersebut, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Manado Heri Saptono serta 9 kepala sekolah penerima Adiwiyata Nasional, SDN 48 Manado, SMPN 7 Manado, SMA 2 Manado, SMA 3 Manado, SMA N 9 Manado, SMA N 8 Manado, SMK N1 Manado, SMKN 4 Manado, SMK N5 Manado.

Kegiatan ini telah diikuti oleh 6.400 sekolah yang telah mengikuti program Adiwiyata dan 1.161 telah mencapai kriteria Adiwiyata Nasional, dan 290 sekolah telah mencapai kriteria Adiwiyata Mandiri. Untuk Kota Manado ada 9 sekolah yang masuk dalam Adiwiyata Nasinal 2014 dari 498 sekolah se indonesia.

Anis Basweden Ph.D selaku Menteri pendidikan dan kebudayaan mengatakan sangat bersyukur bisa hadir bersama dengan para guru dan sekolah yang giat membangun lingkungn hidup. “Institusi pendidikan harus berada digaris depan untuk membangun lingkungan hidup,”ujar Anis.

Sementera Menteri lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.M.Sc mengatakan pendidikan lingkungan merupakan salah satu strategi utama dalam mengatasi lingkunganhidup sekitar. “Pemahaman tentang lingkungan hidup perlu dibangun agar masyarakat dapat memahami potensi ,tata cara pengelolaan serta antisipasi dampak lingkungan,”pungkasnya.(ald)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*