Kamis, 9 April 2020

Berlangsung Aman dan Lancar, Perayaan Natal di Minsel Dikawal Aparat dan Warga Muslim

AmurangAMURANG, (manadoterkini.com) – Kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), dalam menjaga dan mengamankan ibadah perayaan Natal 25 dan 26 Desember kemarin, ternyata cukup ampuh dan sangat sulit disusupi oleh oknum tak bertanggung jawab.

Hal ini terbukti di saat warga jemaat di sejumlah gereja di Minsel, merayakan ibadah puncak Kelahiran Tuhan Yesus Kritus 25 dan 26 Desember 2014, sejumlah tempat ibadah umat Nasrani, turut dijaga dan melibatkan warga Muslim yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kabupaten Minsel, selain para aparat dari kepolisian.

Otomatis dengan adanya pengamanan ekstra tambahan tersebut, selain aparat kepolisian dari Polres Minsel, ibadah Natal di Minsel dan Mitra berjalan aman dan lancar tanpa ada gangguan yang berarti.

Seperti yang terpantau di Jemaat Tiberias Amurang Kelurahan Buyungon Kecamatan Amurang, usai mengikuti ibadah Natal pada Jumat (26/12) kemarin, Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE dan suami tercinta Kristovorus Deky Palinggi bersama Sekdakab Minsel Drs Danny Rindengan MSI dan istri, ikut membaur warga Jemaat Tiberias Amurang.

Dalam kesempatan tersebut, Tetty sapaan akrab Bupati Minsel ini mengaku sangat bersyukur dan memuji akan peran warga masyarakat yang bisa mengendalikan diri dan menjaga akan keamanan menjelang dan di saat merayakan Natal,” Natal yang berjalan aman dan lancar saat ini berkat peran warga masyarakat sendiri. Ini mudah-mudahan bisa dijaga dan tercipta terus, hingga menyongsong perayaan Tahun Baru 2015 mendatang,” ujar Tetty.

Sementara itu, Ketua BKSAUA Minsel, menyatakan, salut dan terima kasih yang besar atas peran serta warga Muslim di Minsel dan yang ada di Minsel dengan turut membaur dengan warga jemaat Kristen, dalam mengamankan dan merayakan Natal secara aman dan lancar.

Hal ini jelas menandakan kerukunan antar umat beragama di Minsel saat ini patut dijunjung tinggi dan dicontohi. “Karena ini so rupa kebiasaan dan tradisi, ada saling menjaga dan mengamankan jalannya ibadah. Maka ini patut disyukuri bersama, semoga kerukunan antar umat beragama terus tercipta dan tak dinodai oknum tertentu,” tandasnya.(dav)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*