Selasa, 19 November 2019

Tak Sampai 24 Jam Walikota GSVL Turunkan Tarif Angkot

manado

Walikota Manado GS Vicky Lumentut

MANADO, (manadoterkini.com) – Pasca diumumkannya penyesuaian harga BBM secara nasional akibat turunnya harga minyak dunia oleh Presiden RI Joko Widodo melalui Menteri Perekonomian Sofyan Djalil, terhitung 1 Januari 2015 pukul 00.00, yakni BBM jenis Premium turun dari 8500 menjadi 7600 dan harga solar dari 7500 menjadi 7250 rupiah, hampir seluruh lapisan masyarakat menanti kebijakan susulan Pemerintah Daerah, terutama tarif angkutan dalam kota, antar kota dalam provinsi, maupun antar provinsi.

Pemerintah Kota Manado sendiri mengambil langkah cepat dengan segera menetapkan SK Walikota tentang Tarif Angkutan Kota. Tak sampai 24 jam, Walikota pilihan rakyat, Dr. G. S. Vicky Lumentut dikabarkan secara prinsip telah menyetujui penurunan Tarif Angkutan Dalam Kota dengan penurunan berkisar 400-500 rupiah.

”Jauh sebelum Pemerintah menaikkan harga BBM pada 18 November lalu, yakni BBM jenis Premium naik dari 6500 menjadi 8500 rupiah dan harga solar dari 5500 menjadi 7500 saya telah perintahkan DisHub untuk membuat beberapa skenario terkait penyesuaian tarif angkutan dalam kota. Tarif yang kemudian kita tetapkan waktu lalu merupakan salah satu dari skenario tersebut, dan ketika terjadi penyesuaian atau penurunan, kita juga telah memiliki skenario dimaksud, yaitu jika secara umum sebelumnya 3800 menjadi 3400 rupiah atau turun 400 rupiah. Oleh karena skenarionya sudah ada, maka ketika saya kemudian disodorkan Surat Keputusan tentang Tarif Angkot Dalam Kota, bisa segera ditandatangani,”terang Walikota Manado yang akrab disapa GSVL ini ketika dijumpai jelang mudik ke Remboken pada Jumat (02/01). ‘

Menurut Kadishub Kota Manado, Drs. F. Koagow, kebijakan penurunan harga tersebut diambil Walikota GSVL untuk memberi kepastian terhadap pemberlakuan tarif yang wajib dipatuhi stakeholder terkait, termasuk di dalamnya SopirAngkutan Kota. “Meski memang memerlukan waktu, tapi kami yakin para sopir akan bisa menerima kebijakan yang kami ambil, tentu melalui kerjasama yg baik dengan para penumpang. Instansi teknis sudah saya perintahkan untuk memantau kondisi di lapangan dan mengintensifkan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Bila dalam kurun waktu tertentu ada pihak yang enggan menyesuaikan tarif, kami tak segan menarik ijin trayeknya,”ujar Walikota sebagaimana dituturkan KaBag Humas dan Protokol Setda Kota Manado Franky Mocodompis S.Sos.

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Manado, Paul Sualang, S.H. ketika dikonfirmasi Jumat petang turut membenarkan. “SK tentang Tarif Angkutan Dalam Kota baru saja disetujui kemarin malam (01/01/15) oleh Walikota, yaitu SK Walikota Nomor 01 tahun 2015. Sekarang kami tinggal menyelesaikan persoalan administratif menunggu kepulangan Pak Wawali selaku Ketua Forum Lalu Lintas,”ujar Sualang.

Diketahui Pemkot sendiri merencanakan secara resmi melaksanakan sosialisasi tarif angkutan baru secara menyeluruh usai apel kerja perdana, Senin (05/01) pekan depan.(ald)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*