Senin, 18 November 2019

Besok SK Penyesuaian Tarif Angkot di Manado Bakal Diberlakukan

Pasca Turunnya Harga BBM

manado

Walikota GSVL bersama Organda, Akademisi, pemerhati transportasi kota, Basis perwakilan sopir dan Dinas Perhubungan Kota Manado bahas perubahan tarif Angkot, dengan mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwako). (ist)

MANADO, (manadoterkini.com) – Meski tak kurang dari 24 Jam, Surat Keputusan (SK) penyesuaian tarif angkutan kota (Angkot) di Kota Manado telah ditandatangani Walikota Dr GS Vicky Lumentut, pasca diturunkannya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Pemerintah Pusat, namun sosialisasi kepada warga kota Manado lebih khusus sopir angkutan umum baru akan diumumkan resmi pada Senin (5/1) besok hari secara menyeluruh.

Pasalnya, jauh sebelum kenaikan BBM oleh pemerintah pusat, Pemkot Manado melalui Dinas Perhubungan telah memiliki skenario penyesuaian tarif angkot. Dimana saat Pemerintah menaikkan harga BBM pada 18 November lalu, yakni BBM jenis Premium naik dari Rp 6500 menjadi Rp 8500 dan harga solar dari Rp 5500 menjadi Rp 7500 Walikota telah perintahkan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk membuat beberapa skenario terkait penyesuaian tarif angkutan dalam kota.

Tarif yang kemudian Pemkot Manado tetapkan waktu lalu merupakan salah satu dari skenario tersebut, dan ketika terjadi penyesuaian atau penurunan, Pemkot juga telah memiliki skenario dimaksud, yaitu jika secara umum sebelumnya Rp 3800 menjadi Rp 3400 atau turun Rp 400.

“Oleh karena skenarionya sudah ada, maka ketika saya kemudian disodorkan Surat Keputusan tentang Tarif Angkot Dalam Kota, bisa segera ditandatangani,” ujar Walikota Manado yang juga Ketua Umum APEKSI ini.

Kadishub Kota Manado, Drs. F. Koagow, menuturkan kebijakan penurunan harga tersebut diambil Walikota GSVL untuk memberi kepastian terhadap pemberlakuan tarif yang wajib dipatuhi stakeholder terkait, termasuk di dalamnya Sopir Angkutan Kota (Angkot).

”Meski memang memerlukan waktu, tapi kami yakin para sopir akan bisa menerima kebijakan yang kami ambil. Tentu melalui kerjasama yang baik dengan para penumpang. Instansi teknis sudah saya perintahkan untuk memantau kondisi di lapangan dan mengintensifkan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Bila dalam kurun waktu tertentu ada pihak yang enggan menyesuaikan tarif, kami tak segan menarik ijin trayeknya,” ujar Walikota sebagaimana dituturkan KaBag Humas dan Protokol Setda Kota Manado Franky Mocodompis.

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Manado, Paul Sualang, S.H. ketika dikonfirmasi Jumat petang turut membenarkan. ”SK tentang Tarif Angkutan Dalam Kota baru saja disetujui kemarin malam (1/1/2015) oleh Walikota, yaitu SK Walikota Nomor 01 tahun 2015. Sekarang kami tinggal menyelesaikan persoalan administratif menunggu kepulangan Pak Wawali selaku Ketua Forum Lalu Lintas,” tutur Paul.(ald)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*