Selasa, 12 November 2019

Dinilai Tak Maksimal, Dua Pimpinan SKPD Boltim Terancam Dicopot

TUTUYAN, (manadoterkini.com) – Hasil rapat koordinasi Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Senin lalu, dengan tegas merekomendasikan agar dapat mencopot dua kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), karena dinilai tidak pantas lagi memegang jabatan yang percayakan.

Kedua Kepala SKPD tersebut masing-masing Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Minderd Mawu dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD), Rusdi Gumalangit. “Mereka berdua sudah tidak pantas lagi memegang jabatan mereka saat ini. sebab dari satu tahun tidak maksimal dalam tugas,” ujar Sam Syachrul Mamonto, Ketua DPRD Boltim, Rabu (7/1).

Dia menilai, ketidak masimal dalam melaksanakan tugas untuk PU sendiri, yakni soal proyek pembangunan gedung DPRD yang sudah dua tahun ini tak kunjung selesai. “Untuk Kadis PU kegagalannya selaku pelaksana teknis pembangunan Kantor DPRD Boltim yang sudah dua tahun berturut-turut tak kunjung selesai, dan parahnya lagi proyek tersebut gagal ditangani kontraktor yang sama,” terang Syachrul.

Sementara, Rusdy Gumalangit yang dinilai ‘melecehkan’ DPRD Boltim terkait kasus dua Kepala Desa yang diduga menyalahgunakan wewenang mereka sebagai pemerintah desa juga tak luput dari daftar pencopotan jabatan. “Selang tiga hari usai melakukan kunjungan kerja (Kunker). Rusdi menyatakan bahwa selama dia menjabat Kepala BPMPD tidak ada pergantian kepala desa, hal itu sangat bertentangan dengan apa yang diupayakan oleh Komisi I pada saat itu yang memberikan rekomendasi pergantian kepala desa yang bermasaalah itu,” tambah Sofyan Alhabsy Ketua Komisi I DPRD Boltim.

Namun status keduanya, menurut Syachrul merupakan hak preogatifnya Bupati untuk mencopot jabatan. “Kami hanya sebatas mengusulkan dan merekomendasikan untuk dilakukan pengantian,” tandasnya.(ojr)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*